HEADLINE

Fahri Hamzah: Hadapi Disrupsi Global, Pemimpin Harus Percaya Diri dan Bangun Narasi Persatuan

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menegaskan pentingnya kepercayaan diri tinggi bagi para pemimpin nasional dalam menghadapi disrupsi geopolitik global yang kian kompleks. Ia juga mengingatkan agar elite nasional tidak terus mengembangkan narasi perpecahan, melainkan memperkuat persatuan bangsa.

Dalam keterangannya, Minggu (12/4), Fahri menyebut kondisi dunia saat ini dipenuhi ketidakpastian akibat perang dan konflik di berbagai kawasan. Situasi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar.

“Dunia sedang mengalami disrupsi besar yang menciptakan ketidakpastian. Kita butuh kepercayaan diri tinggi untuk menghadapinya agar bisa menjadi peluang perubahan fundamental,” ujar Fahri.

Ia menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dengan tingkat kepercayaan diri tinggi di tengah kondisi bangsa yang dinilai masih mengalami defisit rasa percaya diri.

“Presiden Prabowo adalah sosok dengan latar unik dan memiliki kepercayaan diri tinggi saat bangsa ini justru mengalami defisit kepercayaan diri,” katanya.

Fahri menyoroti narasi sejarah yang kerap menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang lemah karena pengalaman penjajahan. Menurutnya, narasi tersebut perlu ditinjau ulang karena berpotensi melemahkan mental bangsa.

“Kita terlalu lama dibentuk oleh narasi bahwa Indonesia bangsa yang dijajah. Padahal, kita bagian dari peradaban tua dunia yang besar,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya penulisan ulang sejarah nasional yang tengah dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sebagai langkah membangun kembali kepercayaan diri bangsa berbasis fakta sejarah.

Lebih lanjut, Fahri menekankan posisi strategis Indonesia dalam peta global, terutama terkait jalur perdagangan dunia. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan global baru.

“Kalau negara lain menguasai sebagian jalur perdagangan dunia, Indonesia dengan selat-selatnya justru memiliki potensi lebih besar. Ini peluang besar bagi kita,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar elite politik tidak terus memperkeruh situasi dengan narasi polarisasi yang dapat memecah belah masyarakat.

“Kita tidak boleh terus mengembangkan narasi perpecahan. Yang kita butuhkan saat ini adalah narasi persatuan dan kebersamaan,” tegas Fahri.

Ia mencontohkan solidaritas masyarakat di negara lain dalam mendukung pemimpinnya sebagai refleksi pentingnya kekompakan nasional. Menurutnya, Indonesia juga membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan global.

Fahri menambahkan, penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor, baik di pusat maupun daerah, menjadi kunci dalam membangun kekuatan nasional. Hal ini termasuk mendukung visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan baru di dunia.

“Dengan arah kebijakan yang ada saat ini, Indonesia memiliki peluang menjadi negara superpower baru. Ini bukan hal yang mustahil jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kesamaan narasi antara visi Presiden Prabowo dan pemikiran Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, terkait arah baru Indonesia melalui konsep konsensus dan gelombang sejarah.

Menurut Fahri, langkah pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan, energi, hilirisasi industri, hingga pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi penting menuju Indonesia sebagai kekuatan global.

“Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun fondasi kemandirian nasional dan mempersiapkan Indonesia menjadi kekuatan besar dunia,” pungkasnya.

Recent Posts

Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz, Sebut Iran Lakukan “Pemerasan Dunia”

MONITOR, Washington D.C – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, secara resmi menginstruksikan Angkatan Laut…

15 menit yang lalu

Kemenperin Perkuat TKDN dan Ekosistem Kendaraan Listrik Roda Dua-Tiga

MONITOR, Cikarang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat struktur industri otomotif nasional sebagai bagian dari strategi…

1 jam yang lalu

Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang Hingga Fasilitas di Sejumlah Ruas Tol Jakarta–Jabar Rusak

MONITOR, Jakarta — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta dan…

10 jam yang lalu

Dari Sektor Ekstraktif ke Agro-Maritim: Prof Rokhmin dan Gubernur Sherly Gagas Arah Masa Depan Maluku Utara berbasis Ekonomi Biru

MONITOR, Ternate - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly…

13 jam yang lalu

Inovasi Lingkungan Pertamina Patra Niaga Diklaim Mampu Tekan Emisi hingga 45,6 Persen

MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit…

16 jam yang lalu

Silatnas & Pengaosan IKTASA ke-100 Perkokoh Peran Alumni dalam Membangun Bangsa

MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Assalafie–Assalafiat (IKTASA) menggelar Silaturrahim Nasional (Silatnas), Pengaosan ke-100, serta pengukuhan…

16 jam yang lalu