Selasa, 7 April, 2026

Hari Nelayan Nasional 2026, HKTI Lumajang dorong 3 Agenda Strategis untuk Nelayan Pesisir Selatan

MONITOR, Lumajang – Memperingati Hari Nelayan Nasional 2026, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan urgensi penguatan kedaulatan maritim sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di kawasan selatan Jawa yang selama ini menjadi basis utama aktivitas nelayan tradisional.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPC HKTI Lumajang, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa momentum Hari Nelayan tahun ini harus dimaknai sebagai titik balik dalam mendorong transformasi sektor perikanan yang lebih modern, berkeadilan, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Yang dihadapi nelayan saat ini tidak hanya berkutat pada faktor alam, tetapi juga menyangkut keterbatasan teknologi, akses ekonomi, hingga perlindungan sosial yang belum optimal,” kata Arif kepada media, Senin (6/4/2026).

Tiga Agenda Strategis

- Advertisement -

Dalam pernyataan resminya, Gus Arif menegaskan tiga fokus utama yang menjadi prioritas gerakan HKTI Lumajang: pertama, Modernisasi Alat Tangkap dan Keamanan Laut.

HKTI mendorong peningkatan dukungan teknologi bagi nelayan lokal agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan wilayah tangkap secara aman dan berkelanjutan.

“Modernisasi ini juga diharapkan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem laut sebagai fondasi keberlanjutan sektor perikanan,” ujar Arif.

Kedua, Akses Permodalan dan Hilirisasi Perikanan. Gus Arif menekankan pentingnya pergeseran posisi nelayan dari sekadar produsen menjadi pelaku utama dalam rantai nilai industri perikanan.

“Nelayan kita jangan hanya menjadi objek produksi, tetapi harus menjadi subjek yang menguasai nilai tambah. HKTI berkomitmen membuka akses permodalan sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan ikan berbasis UMKM di desa pesisir,” ujarnya.

Ketiga, Perlindungan Sosial dan Asuransi Nelayan. Menghadapi tingginya risiko kerja di kawasan Laut Selatan Jawa, HKTI mendesak penguatan skema jaminan sosial dan asuransi nelayan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keberlangsungan ekonomi keluarga nelayan di tengah ketidakpastian hasil tangkapan dan cuaca ekstrem.

Lebih lanjut, Gus Arif memberikan apresiasi kepada para nelayan Lumajang yang selama ini berperan penting sebagai penyedia utama sumber protein hewani bagi masyarakat.

“Nelayan adalah tulang punggung kedaulatan pangan maritim kita. Momentum Hari Nelayan Nasional ini harus memperkuat sinergi antara HKTI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem perikanan yang inklusif dan berkelanjutan, mulai dari wilayah Tempursari hingga Yosowilangun.

Sebagai tindak lanjut, DPC HKTI Lumajang dalam waktu dekat akan menggelar rangkaian dialog serap aspirasi bersama kelompok nelayan. Forum ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif berbagai kendala lapangan yang dihadapi nelayan, khususnya pada musim melaut tahun ini, sekaligus merumuskan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya sistematis dalam mendorong transformasi sektor perikanan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga adil secara sosial dan berkelanjutan secara ekologis.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER