dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK,, Spesialis Patologi Klinik
MONITOR, Lebak – Peningkatan kasus penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) pada usia muda menjadi perhatian serius kalangan medis. Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK, mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal melalui pola hidup sehat dan seimbang.
Dalam keterangannya, dr. Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Lebak periode 2024–2029, mengungkapkan bahwa tren global menunjukkan peningkatan signifikan kasus gagal ginjal pada remaja dan dewasa muda.
“Data penelitian internasional menunjukkan jumlah penderita CKD usia 10–24 tahun meningkat dari 232 ribu kasus pada 1990 menjadi lebih dari 387 ribu kasus pada 2021. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar dr. Agus.
Menurutnya, banyak kasus penyakit ginjal baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut, sehingga pasien harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis atau cuci darah.
Ia menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ vital yang memiliki fungsi penting dalam tubuh, seperti menyaring darah dari zat sisa metabolisme, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu mengontrol tekanan darah.
“Jika fungsi ginjal terganggu, dampaknya sangat serius, mulai dari hipertensi hingga penumpukan racun dalam tubuh,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Agus menekankan bahwa menjaga kesehatan ginjal tidak hanya penting dari sisi medis, tetapi juga memiliki nilai spiritual, khususnya dalam perspektif Islam. Menjaga kesehatan, kata dia, merupakan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
“Tubuh manusia adalah amanah yang harus dijaga. Dengan menjaga kesehatan, termasuk ginjal, kita bisa menjalankan aktivitas dan ibadah dengan optimal,” jelasnya.
Ia pun membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah mencukupi kebutuhan air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari, mengurangi konsumsi garam, serta menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, tidak menahan buang air kecil, serta menghindari konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter, terutama obat anti nyeri yang berisiko merusak ginjal jika digunakan berlebihan.
“Penting juga untuk mengontrol tekanan darah dan gula darah secara berkala, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman manis berlebihan,” tambahnya.
dr. Agus berharap, melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini guna mencegah risiko penyakit yang lebih berat di kemudian hari.
“Menjaga kesehatan ginjal adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan…
MONITOR, Tangerang Selatan – Universitas Pamulang (UNPAM) resmi memulai rangkaian program ORBIT (Orientation for Ready-to-Work, Business, &…
MONITOR, Sulawesi Utara — Prajurit TNI bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang…
MONITOR, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara…
MONITOR, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengecam keras…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna…