Wamenlu RI, Anis Matta (Foto: Ist)
MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, mengingatkan Indonesia akan menghadapi hari-hari berat ke depan seiring meningkatnya eskalasi konflik global, khususnya potensi perang berkepanjangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Menurut Anis, konflik tersebut berpotensi berlangsung lama, bahkan hingga satu hingga dua tahun ke depan, sebagaimana disampaikan Wakil Presiden AS, James David Vance. Kondisi ini, kata dia, akan berdampak luas, termasuk bagi negara yang tidak terlibat langsung dalam perang.
“Di hari-hari yang akan datang akan menjadi masa yang berat, bukan hanya bagi negara yang berperang, tetapi juga bagi negara yang tidak terlibat, termasuk Indonesia,” ujar Anis dalam acara Halalbihalal Fungsionaris DPP Partai Gelora di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Anis menggambarkan situasi global saat ini sebagai gelombang besar perubahan tatanan dunia. Ia mengaitkannya dengan kisah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an, yang menjadi simbol kesiapan menghadapi krisis dan ketidakpastian.
Ia menjelaskan, doa Nabi Nuh sebelum berlayar mencerminkan harapan agar mampu melewati gelombang besar dan mencapai tempat berlabuh yang tepat. Analogi tersebut, menurutnya, relevan dengan kondisi geopolitik saat ini yang penuh ketidakpastian.
Lebih lanjut, Anis menilai eskalasi konflik berpotensi memicu krisis energi global. Indonesia, yang masih bergantung pada impor bahan bakar minyak, dinilai akan sangat terdampak, terutama karena jalur distribusi energi melewati kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
“Indonesia mengimpor sekitar 900 ribu barel BBM melalui Selat Hormuz. Jika jalur ini terganggu, dampaknya akan sangat signifikan,” ujarnya.
Selain itu, ancaman juga datang dari kemungkinan terganggunya jalur perdagangan global di kawasan Bab el-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi barang antara Eropa dan Asia.
Anis mengingatkan, jika jalur tersebut terganggu, dunia berpotensi menghadapi krisis pangan, mengingat sebagian besar distribusi pupuk global melewati kawasan tersebut.
“Kita bisa menghadapi situasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, termasuk potensi kelaparan akibat terganggunya rantai pasok global,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Anis juga mengajak seluruh kader Partai Gelora untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan meneladani doa Nabi Nuh, termasuk doa setelah berlayar yang berisi permohonan untuk ditempatkan di lokasi yang penuh berkah.
Ia menekankan pentingnya “tempat berlabuh” dalam konteks geopolitik dan politik, yang dimaknai sebagai posisi strategis Indonesia di tengah dinamika global.
“Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, kita berharap Indonesia dapat menemukan posisi yang tepat dan diberkahi dalam percaturan global,” ujar Anis.
Ia menutup dengan harapan agar bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global dengan kesiapan, ketahanan, serta arah kebijakan yang tepat.
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah…
MONITOR, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memberikan pernyataan tegas terkait implementasi…
MONITOR, Jakarta – Lembaga pemeringkatan internasional SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 menempatkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta…
MONITOR, Cikampek — Arus balik Idulfitri 1447 H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta masih…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperluas…