dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK,, Spesialis Patologi Klinik
MONITOR, Lebak – Sistem golongan darah manusia tidak hanya menjadi kajian penting dalam dunia medis, tetapi juga menyimpan berbagai hikmah yang mencerminkan kesempurnaan ciptaan Tuhan. Hal ini disampaikan oleh dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK, yang menekankan bahwa kompleksitas sistem darah manusia merupakan bukti nyata kebesaran Allah SWT sekaligus sumber pembelajaran bagi kehidupan.
Dalam ilmu kedokteran, golongan darah dikenal melalui sistem ABO yang membagi darah menjadi A, B, AB, dan O, serta sistem Rhesus yang membedakan antara positif dan negatif. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa sistem golongan darah jauh lebih kompleks. Berdasarkan data International Society of Blood Transfusion (ISBT) hingga November 2025, telah ditemukan 48 sistem golongan darah dengan 56 gen, 398 antigen, dan lebih dari 2.000 alel.
“Setiap manusia memiliki kombinasi sistem golongan darah yang unik. Sangat jarang ada dua individu dengan sistem yang benar-benar sama. Ini menunjukkan betapa detail dan sempurnanya penciptaan manusia,” ujar Agus.
Pentingnya Golongan Darah dalam Dunia Medis
Dalam praktik medis, perbedaan golongan darah memiliki peran krusial, terutama dalam proses transfusi darah. Ketidaksesuaian golongan darah antara donor dan penerima dapat memicu reaksi serius yang berbahaya bagi keselamatan pasien.
Karena itu, pemahaman terhadap sistem golongan darah menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan nyawa serta pengembangan ilmu kedokteran modern.
Hikmah di Balik Keberagaman Golongan Darah
Lebih dari sekadar aspek medis, keberagaman golongan darah juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam.
Pertama, keragaman ini menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Meski manusia tampak serupa secara fisik, terdapat perbedaan detail dalam tubuh yang mencerminkan ketelitian Sang Pencipta.
Kedua, sistem golongan darah mengajarkan pentingnya tolong-menolong. Dalam kondisi darurat, seseorang membutuhkan donor darah dari orang lain yang sesuai. Praktik donor darah pun menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Ketiga, perbedaan ini mengajarkan manusia tentang keberagaman. Tidak hanya dalam aspek sosial seperti suku dan budaya, tetapi juga dalam sistem biologis tubuh manusia.
Keempat, kompleksitas golongan darah mendorong manusia untuk terus menuntut ilmu. Penelitian di bidang kedokteran terus berkembang guna menemukan metode pengobatan yang lebih efektif.
Kelima, pemahaman terhadap sistem tubuh manusia menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab atas nikmat yang diberikan.
Perspektif Keilmuan dan Keimanan
Dalam pandangan Islam, mempelajari tubuh manusia termasuk sistem darah merupakan bagian dari upaya memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Tradisi keilmuan yang berkembang di kalangan Nahdlatul Ulama juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern.
Agus menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi juga dapat memperkuat keimanan.
“Semakin dalam kita memahami tubuh manusia, semakin terlihat bahwa semua ini tidak terjadi secara kebetulan. Ada kebijaksanaan besar di baliknya,” katanya.
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum…
MONITOR, Medan — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyiapkan tambahan pasokan Liquefied Petroleum…
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memastikan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari…
MONITOR, Jakarta - Jaringan Muslim Madani (JMM) mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat ukhuwah,…
MONITOR, Jeddah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperketat pengawasan serta pendampingan…
MONITOR, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Republik Indonesia Agus…