NASIONAL

Wamenag Tegaskan Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan ‘Takjil Pesantren’ Talkshow dan Ngaji Bareng Santri yang digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’an dan Sains Nurani (PPQS), Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) petang.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menjaga Kerukunan Indonesia dari Pesantren” ini Romo Muhammad Syafii menyebut tradisi keberagamaan yang inklusif di pesantren menjadi fondasi penting bagi kehidupan bangsa yang majemuk.

Ia menjelaskan bahwa pesantren telah hadir jauh sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan. Peran tersebut terus berlanjut hingga saat ini dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Pesantren lahir jauh sebelum NKRI, dan santri terbukti menjadi pelopor kemerdekaan Indonesia,” terang Romo Muhammad Syafii.

Menurutnya, sejarah mencatat bahwa para kiai dan alumni pesantren juga berperan penting dalam menjaga arah kebangsaan setelah kemerdekaan. Salah satu momentum penting adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Santri.

“Para kiai dan alumni pesantren ikut menjaga NKRI hingga puncaknya pada 22 Oktober 1945 yang dikenal dengan Resolusi Jihad dan Hari Santri,” ujarnya.

Romo Muhammad Syafii juga menekankan bahwa kehidupan di pesantren membentuk karakter santri yang terbiasa hidup dalam keragaman. Nilai inklusivitas tersebut menjadi kekuatan penting dalam merawat persatuan Indonesia.

“Alumni pesantren sudah terbiasa dengan perbedaan. Perbedaan adalah fitrah dan keragaman adalah corak Indonesia yang harus dipertahankan sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Menurut pria akrab disapa Romo ini, sikap terbuka dan inklusif yang tumbuh di lingkungan pesantren sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa. Santri diharapkan terus berperan aktif membangun Indonesia serta menjaga persatuan dari berbagai upaya yang dapat merusak keutuhan negara.

“Ciri pesantren adalah inklusif dan ini sangat dibutuhkan oleh negara Indonesia. Tugas kita sebagai santri adalah membangun Indonesia dan menjaga NKRI,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pesantren Basnang Said dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pelayanan dan pengembangan pesantren. Selain menjalankan fungsi pendidikan, pesantren juga didorong menjalankan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana amanat undang-undang.

“Harus ada di antara kita yang tafaqquh fiddin (memahami agama secara mendalam, red), tetapi di samping itu juga perlu ada santri yang ahli dalam bidang lain,” papar Basnang.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh PPQS KH Ilyas Marwal selaku tuan rumah menyampaikan bahwa pesantren yang dipimpinnya berawal dari tempat penghafal Al-Qur’an dan kini berkembang menjadi pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.

Ia menambahkan, santri di pesantren tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Santri kami berasal dari Sabang sampai Merauke. Seorang mukmin harus saling menolong mukmin yang lain dalam kebaikan, baik dengan tangan, lidah, maupun hatinya,” pungkas Kiai Ilyas.

Recent Posts

Cek Harga Bapok di Kramat Jati, Daging Sapi Rp140 Ribu, Cabai Rp45 Ribu

MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup  (LH) Hanif Faisol Nurofiq…

24 menit yang lalu

DPR: Biaya Haji 2026 Berpotensi Berubah akibat Penyesuaian Rute

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah…

4 jam yang lalu

Menag Minta Baznas 2026-2031 Lipat Gandakan Zakat Jadi 3 Kali Lipat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada…

5 jam yang lalu

Menperin: Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Perkuat Industri Halal Nasional

MONITOR, Jakarta - Momentum bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri setiap tahunnya selalu mendorong peningkatan…

9 jam yang lalu

Puan Minta TNI Terbuka Soal Status Kesiagaan Terkait Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penjelasan…

11 jam yang lalu

Menteri Agama: Peringatan Nuzulul Qur’an Sumber Inspirasi Rawat Persatuan dan Hadirkan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi…

12 jam yang lalu