Selasa, 10 Maret, 2026

Apresiasi Pengiriman Delegasi MHM, Menag: Mesir Adalah Negara Cendekiawan Islam

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menerima audiensi para Qari dan Da’i lulusan Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Mereka adalah gelegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang akan melakukan safari dakwah selama beberapa hari pada Ramadan 1447 di Tanah Air.

Kehadiran para cendekiawan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama strategis dalam misi dakwah Islam yang moderat dan harmonis. Menag menyampaikan apresiasi mendalam atas peran MHM dan Al Azhar Mesir sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan Islam. Ia menegaskan bahwa hubungan keagamaan antara warga Indonesia dengan Al Azhar terjalin sangat kuat, terbukti banyak tokoh agama besar di Indonesia yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar.

“Saya ucapkan selamat datang kepada cendekiawan muda yang sudah hadir di sini. Mesir adalah negara cendekiawan Islam yang besar. Banyak imam-imam, Qari, dan ulama masyhur di Indonesia adalah lulusan dari Universitas Al-Azhar,” ujar Menag di Kantor Kemenag, Senin (9/3/2026).

Turut hadir mendampingi Menag, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat, Staf Khusus Menag Ismail Chawidu, dan Tenaga Ahli Menag Andi Salman.

- Advertisement -

Para Qari dan Da’i dari Al-Azhar ini dijadwalkan akan bertugas di sejumlah wilayah di Indonesia, meliputi Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur (IKN), Nusa Tenggara Barat, DK Jakarta, dan Jawa Barat. Menag menekankan bahwa penempatan ini bertujuan untuk memperkuat simpul-simpul harmoni keagamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Bapak-bapak akan disebar dan hadir di berbagai kota yang menjadi simbol harmoni keagamaan di Indonesia, dari Sulawesi Selatan, Sumatera, IKN, hingga Jawa. Jangan takut tidak bisa berbahasa Indonesia, insya Allah di sana akan ada orang-orang baik yang membantu untuk membiasakan diri,” tutur Menag.

Program pengiriman da’i ini dipandang sebagai jembatan kebudayaan dan intelektual yang sangat penting. Menag berharap kehadiran para utusan MHM ini tidak hanya memberikan pencerahan keagamaan, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan antarmasyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih dan selamat bertugas. Anggaplah Indonesia ini sebagai negeri kedua. Saya berharap para Qari sekalian dapat mengenal lebih dekat budaya Indonesia yang sangat kaya,” imbuhnya.

Delegasi Majelis Hukama Muslimin ini dijadwalkan akan memulai masa tugasnya di berbagai masjid raya dan pusat dakwah di daerah penugasan. Penempatan di Kalimantan Timur secara khusus menandai dukungan internasional dalam aspek keagamaan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru Indonesia.

MHM adalah sebuah badan independen lintas negara yang dibentuk pada 21 Ramadan 1435 H atau 19 Juli 2014 M. MHM berkedudukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sejak 1 September 2021, MHM membuka kantor virtual di Indonesia yang bertugas ikut mendiseminasikan dan mempublikasikan program dan kegiatan MHM dalam konteks kehidupan keberagamaan di Indonesia. Sejak Oktober 2023, diresmikan MHM kantor cabang Indonesia oleh Sekjen MHM Konsoler Mohamed Abdelsalam dan berkantor di Jakarta Pusat.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER