Sabtu, 4 April, 2026

Peluncuran Perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA untuk Perkuat Ekonomi Bilateral

MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan  Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov meluncurkan perundingan perjanjian bebas antara Indonesia  dan Uzbekistan (Indonesia-Uzbekistan FTA) secara daring hari ini, Senin, (2/3/2026). Peluncuran ditandai  dengan penandatanganan pernyataan bersama (joint statement) oleh keduanya secara daring melalui  aplikasi konferensi video. Selain itu, keduanya menandatangani Persetujuan Kerja Sama Perdagangan  dan Investasi (Agreement on Trade and Investment Cooperation). 

“Peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA hari ini menandai langkah penting dalam  memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Kami optimistis persetujuan ini akan  menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mendag Busan. 

Inisiatif perundingan merefleksikan visi kedua negara dalam membangun kemitraan ekonomi yang  semakin erat, terbuka, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian global. Mendag Busan  berharap, Indonesia-Uzbekistan FTA dapat membawa manfaat perluasan akses pasar bagi produk  unggulan kedua negeri, penguatan rantai nilai, serta terciptanya peluang nyata bagi dunia usaha  termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Uzbekistan merupakan mitra strategis di Asia Tengah untuk meningkatkan konektivitas perdagangan  regional dan global Indonesia. Posisi geografis Uzbekistan yang strategis berpotensi menjadi pintu  masuk bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan. 

- Advertisement -

Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Uzbekistan tercatat mencapai USD 181,4 juta. Nilai ini tumbuh  48,9 persen dalam lima tahun terakhir (2021—2025), mencerminkan peningkatan kepercayaan  komunitas pelaku usaha kedua negara. Pertumbuhan ini juga menegaskan pentingnya membangun  kerangka kerja yang lebih terstruktur dalam memanfaatkan potensi yang ada. 

Menurut Mendag Busan, Tim Perunding Indonesia akan bekerja optimal dan konstruktif untuk  menyelesaikan perundingan tepat waktu dengan tetap menjaga kepentingan nasional. “Kami  berkomitmen agar proses perundingan berjalan efektif, transparan, dan menghasilkan perjanjian yang  bermanfaat nyata,” pungkas Mendag Busan. 

Mendag Busan pun mengapresiasi Menteri Kudratov untuk memperkuat potensi kedua negara dalam  sebuah landasan kerja sama yang kokoh. Di sisi lain, Menteri Kudratov menegaskan minat kuat  Uzbekistan untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia. 

“Kami melihat kemitraan bilateral menunjukkan perkembangan yang stabil dan positif. Nilai  perdagangan dan investasi kita masih memiliki ruang yang sangat besar untuk ditingkatkan. Indonesia Uzbekistan FTA dan Persetujuan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi (Agreement on Trade and  Investment Cooperation) yang mulai kita persiapkan ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi kemitraan  yang lebih luas dan sistematis antara kedua negara,” ujar Kudratov.

Kelompok Kerja Bersama Indonesia-Uzbekistan 

Selain meluncurkan Perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA, Mendag Busan dan Menteri Kudratov juga  menandatangani Persetujuan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi. Persetujuan tersebut akan  membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group). Kelompok kerja ini bertugas  mengintensifkan pertukaran informasi, pengetahuan, dan keahlian teknis; mengidentifikasi dan  mengimplementasi proyek kerja sama yang saling menguntungkan; serta menyelenggarakan program  pelatihan bersama, pertemuan, dan seminar. 

“Dengan Kelompok Kerja Bersama, Indonesia dan Uzbekistan memiliki mekanisme yang lebih terarah  untuk mendorong realisasi kerja sama konkret, termasuk membuka peluang investasi dan memperkuat  kolaborasi antarpelaku usaha,” jelas Mendag Busan. 

Sementara itu, Menteri Kudratov menegaskan komitmen kuat Uzbekistan untuk mempererat  hubungan ekonomi bilateral. Ia mengusulkan agar Kelompok Kerja Bersama dapat bertemu secara rutin  untuk memantau perkembangan implementasi kerja sama kedua negara. Ia pun mengundang Mendag  Busan untuk mengunjungi Uzbekistan dalam Pertemuan Intergovernmental Commission (IGC) yang  direncanakan berlangsung pada Juni 2026, di Tashkent, Uzbekistan. 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER