INTERNASIONAL

Kecam Serangan yang Sebabkan Kesyahidan Imam Ali Khamenei, ABI Serukan Solidaritas Umat Islam

MONITOR, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI) menyampaikan pernyataan sikap resmi atas peristiwa yang disebut sebagai kesyahidan Imam Ali Khamenei pada 11 Ramadan 1447 H atau 1 Maret 2026. ABI menyebut peristiwa tersebut sebagai kehilangan besar bagi umat Islam dan kekuatan global yang memperjuangkan kemandirian serta keadilan.  

Dalam pernyataan tertulisnya, ABI menyatakan bahwa Imam Ali Khamenei tidak hanya dikenal sebagai pemimpin politik, tetapi juga simbol keteguhan prinsip, konsistensi ideologis, dan keberanian dalam menghadapi dominasi kekuatan global. Kepemimpinan beliau dinilai merepresentasikan garis perlawanan terhadap hegemoni serta memperjuangkan martabat bangsa dan umat.  

ABI juga memandang peristiwa tersebut sebagai tindakan yang mencederai prinsip kedaulatan negara serta norma dasar kemanusiaan dan agama. Organisasi ini menilai serangan terhadap seorang pemimpin negara sekaligus tokoh keagamaan menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas hukum internasional.  

Tegaskan Sikap Anti-Penjajahan dan Hormati Perjuangan

Dalam pernyataan sikapnya, ABI menyampaikan penghormatan tertinggi kepada Imam Ali Khamenei sebagai sosok yang dinilai telah menunaikan amanah kepemimpinan dengan konsistensi dan keberanian hingga akhir hayat.

Selain itu, ABI menegaskan sikapnya menolak segala bentuk penjajahan, dominasi, dan intervensi asing terhadap bangsa mana pun. Menurut ABI, perlawanan terhadap ketidakadilan merupakan mandat moral yang harus terus dijaga.  

“Kesyahidan justru menguatkan tekad, memperluas kesadaran, dan memperdalam komitmen perjuangan,” demikian salah satu pernyataan yang tercantum dalam dokumen resmi ABI tersebut.  

Serukan Persatuan dan Penguatan Spiritualitas

ABI juga menyerukan kepada umat Islam, khususnya pengikut Ahlulbait di Indonesia, untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan literasi politik dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Sebagai bentuk penghormatan, ABI mengajak umat untuk menyelenggarakan majelis doa dan tilawah Al-Qur’an selama tujuh hari guna memperkuat keteguhan spiritual dan solidaritas umat.  

Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia, Zahir Yahya, dalam pernyataan yang ditandatangani di Jakarta, menyampaikan harapan agar perjuangan menegakkan keadilan dan martabat kemanusiaan dapat terus dilanjutkan oleh umat Islam di seluruh dunia.  

Komitmen ABI untuk Terus Kawal Perjuangan Umat

ABI menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diperjuangkan Imam Ali Khamenei, seperti keberpihakan kepada kaum tertindas dan kemandirian umat, akan tetap menjadi inspirasi bagi gerakan umat Islam.

Organisasi ini juga menekankan pentingnya konsolidasi umat serta penguatan kesadaran kolektif sebagai bagian dari upaya menjaga martabat dan keadilan global.

Recent Posts

Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Jeddah, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah

MONITOR, Jakarta - Menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, sejumlah negara tetangga Arab…

33 menit yang lalu

Wakil Rektor UIN Jakarta: Polemik Zakat Harus Disikapi Secara Akademik

MONITOR, Jakarta - Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengajak…

2 jam yang lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel

MONITOR, TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas setelah menjadi sasaran serangan udara…

2 jam yang lalu

Kabar Duka, Ketua Umum PP Fatayat NU Ning Margaret Aliyatul Maimunah Wafat

MONITOR, Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pimpinan Pusat…

6 jam yang lalu

Indonesia Gabung Board of Peace, Palestina Bentuk Kantor Penghubung Khusus

MONITOR, Jakarta - Indonesia telah bergabung dalam Board of Peace sebagai bagian dari komitmen mendukung…

7 jam yang lalu

Eskalasi Timur Tengah Berdampak pada Rute Umrah, Pemerintah Siaga

MONITOR, Jakarta - Eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan…

9 jam yang lalu