BERITA

DEMA UIN Jakarta Gelar Aksi Simbolis, Desak Reformasi Total Institusi Polri

MONITOR, Ciputat – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi simbolis bertajuk #LawanPremanBerseragam di depan halte kampus, Ciputat, Tangerang Selatan pada Jumat sore. Aksi ini merupakan respon atas rentetan tindak kekerasan oknum kepolisian terhadap warga sipil, sekaligus penghormatan atas wafatnya Arianto Tawakkal.

Massa aksi mulai memadati lokasi sejak pukul 14.30 WIB dengan agenda orasi, pembacaan puisi di mimbar bebas, hingga pembagian selebaran edukasi kepada pengguna jalan.

Keresahan Atas Kondisi Institusi Presiden DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafiz, menyatakan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi institusi kepolisian saat ini. Ia menilai wacana reformasi Polri yang selama ini digaungkan masih sekadar ilusi.

“Aksi hari ini adalah manifestasi dari empati dan keprihatinan kami. Kami ingin memantik kesadaran masyarakat bahwa reformasi Polri adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar janji manis di tengah bulan suci ini,” tegas Hafiz dalam orasinya.

Tujuh Tuntutan Utama DEMA UIN Jakarta

Melalui Badan Kajian dan Aksi Strategis, DEMA UIN Jakarta merumuskan tujuh poin tuntutan sebagai landasan perbaikan tata kelola kepolisian di Indonesia:

  1. Reformasi Struktural: Percepatan perbaikan institusi Polri secara menyeluruh.
  2. Penarikan Brimob: Mendesak agar satuan Brimob tidak dilibatkan dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
  3. Reformasi Kultural: Mengubah budaya kekerasan di internal kepolisian.
  4. Penguatan Payung Hukum: Perbaikan regulasi terkait kewenangan dan tata kelola Polri.
  5. Kesetaraan Hukum: Menegakkan prinsip equality before the law tanpa diskriminasi.
  6. Transparansi SOP: Mempertegas Standar Operasional Prosedur dalam setiap penegakan hukum.
  7. Pengawasan Independen: Pembentukan mekanisme pengawasan eksternal oleh pihak ketiga yang berintegritas.

Solidaritas dan Penutup

Meskipun membawa kritik tajam, aksi berlangsung secara kondusif dan damai. Sebagai simbol solidaritas bagi warga sipil yang menjadi korban, massa menutup kegiatan dengan prosesi tabur bunga. Aksi diakhiri dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar dan buka puasa bersama di titik aksi.

DEMA UIN Jakarta menegaskan akan terus konsisten mengawal isu-isu kerakyatan dan menjaga demokrasi demi masa depan hukum yang lebih bermartabat di Indonesia.

Recent Posts

Bimas Kristen Serahkan Rp20 Miliar untuk Pesparawi Nasional XIV 2026

MONITOR, Jakarta - Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama menyerahkan bantuan pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV sebesar…

4 jam yang lalu

Update Harga Referensi Maret 2026, CPO Naik Tipis, Harga Biji Kakao Merosot

MONITOR, Jakarta - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm  Oil/CPO) untuk penetapan…

6 jam yang lalu

Kemenag di UIN Mataram Bahas Beasiswa Hingga Riset Indonesia Bangkit

MONITOR, Mataram - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

9 jam yang lalu

Ramadan, Fahri Hamzah: Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite dan Rakyat Ciptakan Persatuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri…

9 jam yang lalu

Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, DPR: Usut Tuntas dan Evaluasi!

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan…

11 jam yang lalu

HPE Maret 2026, Harga Emas Melonjak, Konsentrat Tembaga Terkoreksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE)  konsentrat tembaga (Cu ≥ 15…

12 jam yang lalu