Ujian calon awardee BIB Kemenag. (Foto: kemenag.go.id)
MONITOR, Jakarta – Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) menggandeng Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan (PSPPP) UIN Sunan Ampel Surabaya menyeleksi 110 calon Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama. Mereka ikut seleksi pada Program S2 Double Degree antara University of Camberra Australia dengan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ujian berupa Tes Bakat Skolastik (TBS) digelar secara daring pada Sabtu (21/02/2026) di Surabaya. Program Double Degree, antara kedua PT tersebut akan difokuskan pada Pendidikan Bahasa Inggris (Teaching English as Second or Foreign Language-TESOL), dengan skema satu tahun di UIN Sunan Ampel dan satu tahun di Cambera University Australia.
Kepala Puspenma Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ujian TBS di Surabaya. “Sinergi antara Puspenma dan Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya berjalan efektif, diharapkan mampu menjaring calon Awardee yang unggul,” ujarnya.
“Program Double Degree Beasiswa Indonesia Bangkit, merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang unggul dan berdaya saing,” lanjutnya.
Alumni IAIN Walisongo ini berharap ikhtiar Kemenag mengirimkan sejumlah mahasiswa ke Australia dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan lembaga Pendidikan Keagamaan dari mulai Tingkat Dasar hingga Perguruan Tinggi. Program S2 Double Degree TESOL merupakan layanan BIB Co Founding. Satu tahun di UIN Surabaya dibiayai full oleh LPDP-Kementerian Agama dan satu tahun di Australia dibiayai oleh Australian Award Scholarship (AAS).
“LPDP sangat berharap agar layanan beasiswanya termasuk yang berkolaborasi dengan Kemenag diskemekan dengan co founding, karena akan lebih strategis dab efisien,” kata Ruchman.
Ditanya tentang kapan pembukaan seleksi BIB Kemenag 2026 secara umum, Ruchman menjawab sedang disiapkan proses seleksinya. “Insya Allah bulan Maret-April akan dibuka pendaftaran, untuk menyeleksi putra-puteri berbakat dalam binaan Kementerian Agama,” sebutnya.
Ketua Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan (PSPPP) UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Kusaeri mengatakan Tes Bakat Skolastik merupakan seleksi tahap II, bagi calon penerima beasiswa (awardee). Bagi yang lolos akan mengikuti seleksi tahap III, yaitu: Wawancara.
“Tingkat kehadiran peserta mencapai 100, dimulai tepat waktu, dan berjalan sesuai standar operasional prosedur seleksi,” terang Kusaeri.
Kusaeri bersyukur pelaksanaan seleksi berjalan lancar. Ini menunjukkan komitmen tinggi dari para calon penerima beasiswa, dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
Dalam pelaksanaan ujian TBS di Surabaya, hadir Tim Monitoring dari Puspenma Kementerian Agama, yang memantau proses seleksi. Tim Monitoring memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip objektivitas.
MONITOR, Kota Gorontalo - Negara telah hadir memberikan pelbagai beasiswa untuk meningkatkan kualitas anak bangsa,…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama tengah menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah…
MONITOR, Jakarta - Transformasi kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa berbagai dinamika kehidupan, baik berupa ujian…
MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi transformasi teknologi di sektor industri nasional dengan…