PARLEMEN

Proyek JORR Mandek, Anggota DPR Ahmad Fauzi Ungkap Penyebabnya

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi V DPR Ahmad Fauzi mengungkapkan, salah satu persoalan yang mengemuka dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah mandeknya proyek Jogja Outer Ring Road (JORR). Proyek tersebut diketahui terhenti akibat pembatalan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta tingginya ketergantungan pada anggaran pemerintah pusat.

“Kami mendapatkan laporan bahwa pembangunan JORR sepanjang 113,41 km di Daerah Istimewa Yogyakarta masih terkendala masalah anggaran dan pendanaan yang terbagi-bagi. Meskipun diprioritaskan untuk mengurai kemacetan dan mengatur kendaraan berat, proyek ini tertunda karena pembatalan DAK dan ketergantungan pada anggaran pemerintah pusat,” kata Ahmad Fauzi di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR ke Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (20/2/2026).

Selaras, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut mendukung terhadap upaya Pemda DIY untuk mengajukan alternatif pendanaan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Ia juga mengusulkan realokasi anggaran melalui Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek tersebut dapat kembali berjalan.

“Kami dari Komisi V DPR juga akan membawa masalah ini saat rapat kerja dengan kementerian terkait yaitu Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan sesuai rencana,” imbuh legislator asal Daerah Pemilihan Banten I tersebut.

Fauzi juga menambahkan, JORR dirancang untuk mengatasi sejumlah persoalan utama di DIY, khususnya kemacetan lalu lintas. Maka dari itu, proyek ini diharapkan mampu mengalihkan arus kendaraan dari pusat kota menuju jalur alternatif yang lebih luas, sekaligus mengatur distribusi kendaraan berat agar tidak membebani ruas dalam kota.

Apalagi, ujarnya, pembangunan JORR juga diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan terdampak. “Komisi V DPR RI menyerap berbagai masukan dan aspirasi pemerintah daerah kabupaten/kota di Yogyakarta, antara lain masalah kemacetan di Kota Yogyakarta sehingga perlu revitalisasi ring road untuk mengurangi beban kemacetan di dalam Kota Yogyakarta,” tandasnya.

Sebagai informasi yang telah dihimpun, JORR direncanakan memiliki panjang total 113,413 km yang terbagi dalam dua sisi utama, yakni sisi utara dan sisi selatan.

Untuk sisi utara, jalur akan membentang di Kabupaten Sleman dengan total panjang 65,933 km, meliputi ruas Sentolo–Minggir sepanjang 16,450 km, Minggir–Tempel 14,217 km, serta Tempel–Kalasan 35,257 km.

Sementara itu, sisi selatan akan melintasi Kabupaten Bantul dengan panjang 47,48 km, terdiri atas ruas Sentolo–Imogiri sepanjang 22 km, Imogiri–Piyungan 18,325 km, dan Piyungan–Kalasan 9,155 km.

Recent Posts

Menaker Tegaskan PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Terbesar Ada pada Implementasi

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) harus dikawal secara…

5 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Sertifikasi ISPO Hilir Sawit Lewat Skema KAN, Dorong Daya Saing Global

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada…

8 jam yang lalu

Mendag Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu Gresik, Dongkrak Ekonomi Rakyat dan Wisata Lokal

MONITOR, Gresik – Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik,…

9 jam yang lalu

Peminat Membludak, Menaker Yassierli Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Antusiasme tinggi masyarakat terhadap program magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajukan penambahan sebanyak…

13 jam yang lalu

Tekankan MoU BUMN–Swasta Bukan Sekadar Kesepakatan, Kementan Kawal Realisasi Hilirisasi Ayam di Sulsel

MONITOR, Jakarta – Pemerintah mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam…

22 jam yang lalu

Kemenperin Perkokoh Industri Baja Nasional di Kancah Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam upaya memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor…

23 jam yang lalu