MONITOR, Lumajang – Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang kian menghangat. Bursa kepemimpinan organisasi kader Nahdlatul Ulama tersebut mulai mengerucut pada figur-figur muda yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen ideologis.
Salah satu nama yang kini mengemuka adalah Gus Izzuddin Syarif, yang secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua PC GP Ansor Lumajang periode 2026–2029.
Keputusan Gus Izzuddin untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan ini tidak berdiri sendiri. Ia mendapat dukungan langsung dari kakak kandungnya, Gus Aang Burhanuddin, serta sejumlah sahabat dan kader senior yang turut mengawal proses pencalonannya menjelang pelaksanaan Konfercab yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026.
Restu Keluarga dan Dukungan Moral Para Senior
Kehadiran Gus Aang Burhanuddin di barisan pendukung menjadi simbol kuat soliditas keluarga sekaligus restu moral dari lingkungan terdekat. Menurutnya, keputusan sang adik bukanlah langkah spontan, melainkan hasil perenungan panjang dan kesadaran akan tanggung jawab pengabdian.
“Kami hadir bukan sekadar memberi dukungan keluarga, tetapi karena melihat ada visi pengabdian yang tulus pada diri Gus Izzuddin. Beliau memahami bahwa Ansor adalah ladang pengabdian, bukan sekadar ruang jabatan. Kami dan para sahabat senior akan mengawal niat baik ini agar tetap sejalan dengan cita-cita para muassis Ansor,” tegas Gus Aang Burhanuddin.
Dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan bahwa kepemimpinan Ansor ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya progresif, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai tradisi dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah.
Visi Revitalisasi Kaderisasi dan Penguatan Tradisi Keilmuan
Gus Izzuddin menegaskan bahwa motivasi utamanya maju dalam kontestasi ini adalah semangat khidmat dan pengabdian kepada organisasi dan umat. Ia memandang GP Ansor bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi sebagai ruang kaderisasi ideologis dan penguatan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Tujuan kami ikut kontestasi ini adalah untuk berkhidmat. Kami ingin menghidupkan kembali gairah kaderisasi hingga ke tingkat ranting, serta memastikan tradisi keilmuan Aswaja menjadi nafas dalam setiap gerakan kader Ansor di Lumajang,” ujar Gus Izzuddin.
Menurutnya, revitalisasi kaderisasi menjadi kunci untuk memperkuat fondasi organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Merangkul Kader dari Akar Rumput
Sebagai bagian dari ikhtiar membangun konsolidasi organisasi, Gus Izzuddin aktif melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting, hingga para sesepuh Ansor di berbagai wilayah Lumajang.
Ia menyadari bahwa kekuatan Ansor bertumpu pada soliditas kader di tingkat akar rumput.
Dengan kerendahan hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila belum dapat menjangkau seluruh kader secara langsung.
“Kami berupaya semaksimal mungkin bersilaturahmi dan menyapa sahabat-sahabat di PAC dan ranting. Namun jika karena keterbatasan waktu kami belum sampai ke semua tempat, kami mohon maaf. Komitmen kami untuk menggerakkan kaderisasi dan memperkuat Ansor tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Momentum Strategis Konfercab GP Ansor Lumajang
Konferensi Cabang XVI GP Ansor Lumajang yang akan digelar pada 7 Februari 2026 dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi dalam tiga tahun ke depan.
Forum tertinggi di tingkat cabang ini tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi ideologis dan organisatoris untuk memperkuat peran GP Ansor sebagai garda terdepan kaderisasi Nahdlatul Ulama.
Figur Gus Izzuddin Syarif, yang dikenal dekat dengan kader muda sekaligus menghormati tradisi para pendahulu, dinilai memiliki potensi untuk menjadi jembatan antara energi progresif generasi muda dan kearifan tradisi pesantren.
Konfercab ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan peran GP Ansor Lumajang dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat kaderisasi, dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam…
MONITOR, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) dan membawa…
MONITOR, Jakarta - Potensi karbon biru (blue carbon) Indonesia dinilai sebagai salah satu aset strategis…
MONITOR, Jakarta - Praktik perkawinan anak telah dikategorikan sebagai tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur…
MONITOR, Jakarta - Murid Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Kalyca Najla Maggala,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan pentingnya penguatan kewaspadaan…