NASIONAL

Exit Meeting BPK, Kemenag Optimistis Pertahankan Opini WTP

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa rangkaian pemeriksaan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan instrumen krusial dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Exit Meeting BPK RI atas Pemeriksaan Semester II Tahun 2025 di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Selasa (27/1/2026).

Sekjen menekankan bahwa Kemenag tidak memandang audit sebagai sekadar rutinitas administratif. “Kegiatan ini adalah bagian integral dari upaya memperkuat manajemen kinerja berbasis akuntabilitas publik. Ini adalah bentuk check and balances agar setiap rupiah uang negara memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat,” ujar Sekjen.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen memaparkan capaian signifikan terkait serapan anggaran. Berdasarkan data aplikasi Mangsakti per 27 Januari 2026, status pagu minus Kementerian Agama tahun 2025 kini telah dinyatakan nihil.

“Berkat kerja keras seluruh satuan kerja yang bersinergi dengan Kementerian Keuangan, pagu minus sudah berhasil kita selesaikan. Kami berharap capaian ini selaras dengan hasil penilaian dari tim pemeriksa BPK,” lanjutnya.

Capaian positif ini memperkuat optimisme Kemenag untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih selama sembilan tahun berturut-turut. Kamaruddin menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara tepat waktu.

Senada dengan Sekjen, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V (Dirjen PKN V) BPK, Widhi Widayat, menjelaskan bahwa exit meeting ini menandai berakhirnya tahap pemeriksaan lapangan untuk Semester II Tahun 2025.

Widhi mengingatkan jajaran Kemenag untuk mencermati poin-poin dalam laporan hasil audit. “Kami membuka ruang komunikasi jika ada hal yang perlu dijelaskan. Harapan kami, hasil audit ini menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi Kemenag,” ungkap Widhi.

Kamaruddin Amin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim BPK RI atas pendampingan profesional yang diberikan selama ini. Ia kembali mengingatkan jajarannya bahwa fokus utama bukan hanya pada angka, melainkan pada integritas.

“Yang terpenting adalah menjaga substansi dan integritas penggunaan keuangan negara. Orientasi kita harus tetap pada manfaat maksimal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag pusat, serta tim pemeriksa baik dari BPK RI maupun Kemenag.

Recent Posts

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

7 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

12 jam yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengupayakan pemulihan aktivitas usaha…

17 jam yang lalu

Dari Ketahanan Keluarga hingga Kompetensi Digital, Ini Tiga Tantangan Strategis Penghulu

MONITOR, Tangerang Selatan - Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian…

19 jam yang lalu

Desak Kasus Penyadapan Ilegal Diusut Tuntas, MUI Ingatkan Larangan Tajassus dalam Islam

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan…

20 jam yang lalu