Senin, 26 Januari, 2026

WEF Davos 2026, Prabowo Tegaskan Arah Baru Indonesia

MONITOR, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah pembangunan nasional yang berfokus pada kesejahteraan rakyat, pemerintahan bersih, dan kontribusi aktif Indonesia bagi perdamaian dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kunci World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026).

Presiden menyampaikan bahwa kepemimpinan memiliki tujuan yang sederhana dan menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. Pemerintah, menurut Presiden, harus menghadirkan perubahan nyata bagi kelompok paling rentan melalui pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Jika kaum miskin, kaum lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan. Itu berarti mereka melihat masa depan. Itu berarti penghidupan mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang,” tuturnya, Kamis (22/01/2026).

Presiden menekankan bahwa kesejahteraan rakyat tidak dapat dipisahkan dari tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menyebut pemerintahan yang bebas dari korupsi sebagai prasyarat agar kebijakan publik benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

- Advertisement -

Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan capaian di sektor ketahanan pangan. Target swasembada beras yang semula direncanakan empat tahun berhasil dicapai dalam satu tahun. Capaian ini, menurut Presiden, berdampak langsung pada kepastian pasokan pangan dan stabilitas harga.

“Saya memberikan target untuk swasembada (beras) dalam empat tahun, saya memberikan target kepada tim saya. Mereka berhasil mencapainya dalam satu tahun. Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam produk pangan lainnya, jagung, gula, protein,” ucap Presiden Prabowo.

Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap integrasi ekonomi global. Presiden menyampaikan bahwa kerja sama perdagangan internasional dijalankan atas dasar saling menguntungkan dan kepentingan jangka panjang rakyat.

“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Kita sekarang menyimpulkan perjanjian perdagangan, bukan karena itu sedang tren, tetapi kita menganggapnya perlu. Kita percaya pada konsep saling menguntungkan,” ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa keterbukaan ekonomi harus dibarengi dengan reformasi birokrasi dan administrasi publik yang efisien. Pemerintah, menurut Presiden, harus melayani kepentingan umum dan menjaga jarak dari praktik ekonomi yang merugikan masyarakat.

“Pemerintah kita harus melayani kepentingan umum dan tidak boleh bersekongkol dengan para pelaku ekonomi yang serakah dan rakus,” tegas Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka bagi investasi asing dan domestik. Ia menekankan pentingnya stabilitas, kepastian hukum, serta pemerintahan yang kuat dan bersih sebagai dasar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita menyadari bahwa prasyarat investasi adalah stabilitas, kepastian hukum, dan pemerintahan yang kuat serta bersih,” kata Presiden Prabowo.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang memilih perdamaian dan kerja sama global. Indonesia, menurut Presiden, berkomitmen menjadi mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan kelestarian lingkungan.

“Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Kita ingin menjadi teman bagi semua dan tidak bermusuhan dengan siapa pun. Seribu teman terlalu sedikit bagi kita, satu musuh terlalu banyak. Kita ingin menjadi tetangga yang baik, warga negara dunia yang bertanggung jawab, melindungi lingkungan, melindungi alam,” tandasnya.

Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan arah Indonesia yang terbuka, reformis, dan berfokus pada kesejahteraan rakyat, dengan tata kelola bersih dan perdamaian sebagai dasar pembangunan jangka panjang.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER