NASIONAL

Sekjen Kemenag: Percaya Penuh Bawahan Kunci Organisasi Dinamis

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menekankan pentingnya pola kepemimpinan yang berbasis kepercayaan, adaptif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kinerja aparatur dalam menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kemenag saat memimpin rapat bersama para Kepala Biro dan Kepala Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Kamis (8/1/2026) di Jakarta

Kamaruddin Amin menguraikan sejumlah prinsip kepemimpinan yang ia terapkan untuk membuka cakrawala berpikir sekaligus mendorong peningkatan kinerja organisasi.

“Pola kepemimpinan pertama yang saya terapkan adalah percaya penuh kepada bawahan,” ujar Kamaruddin Amin.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Kepala Biro dan Kepala Pusat akan menumbuhkan kreativitas, inovasi, serta keberanian untuk berinisiatif dalam bekerja secara profesional. “Kalau semua hal harus selalu dikontrol dan menunggu arahan pimpinan, justru itu bisa menjadi kendala. Kepercayaan itu penting agar organisasi bergerak dinamis. Yang penting saya diupdate,” tegasnya.

Pola kepemimpinan kedua yang ditekankan adalah membangun cara pandang positif terhadap setiap orang. Ia menilai bahwa pada dasarnya setiap individu memiliki niat baik. “Saya selalu berpikir bahwa setiap orang itu baik, hingga ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. Positive thinking ini penting agar kita menjadi pribadi yang proporsional dan mudah diterima,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya berusaha menghilangkan jarak psikologis dengan siapa pun di lingkungan kerja. “Saya tidak pernah merasa memiliki gap psikologis dengan siapa pun. Memang tidak semua orang bisa selalu senang atau cocok dengan saya, tapi prinsip berpikir positif dalam kepemimpinan itu sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, Kamaruddin Amin mengingatkan agar para pimpinan tidak mudah mengeluh atau bersikap defensif dalam menghadapi persoalan. “Sebagai pemimpin, kita tidak boleh sedikit-sedikit mengadu atau mengeluh. Lakukan yang terbaik untuk Kementerian Agama, perbaiki apa yang bisa diperbaiki, lalu laporkan hasilnya. Itu lebih baik daripada terus mengeluh,” ujarnya.

Pola kepemimpinan berikutnya adalah keterbukaan terhadap kritik dan masukan. Kamaruddin menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dari proses perbaikan. “Saya menerima kritik dan masukan. Bahkan saya senang jika ada teman-teman yang memberi input agar saya bisa melihat persoalan lebih besar. Kita tidak boleh mudah baper terhadap masukan yang positif,” tandasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan terhadap kritik harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk membangun Kementerian Agama yang lebih baik. “Masukan yang positif itu penting demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Biro Umum. Aceng Abdul Aziz, menyampaikan bahwa rapat tersebut sekaligus dirangkaikan dengan tasyakuran dan kick off tahun kerja 2026 di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. Momentum ini dimaknai sebagai ajang refleksi atas capaian kinerja sekaligus peneguhan arah kerja ke depan.

Memasuki 2026, Kementerian Agama menegaskan komitmen untuk melakukan percepatan kinerja dan pemberdayaan umat. Fokus diarahkan pada penguatan tata kelola yang bersih dan efektif, peningkatan kualitas layanan keagamaan yang sederhana dan berdampak, transformasi digital birokrasi, serta penguatan sinergi dengan pesantren dan organisasi keagamaan.

Selain itu, seluruh jajaran Kesekjenan didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas biro dan pusat, menghilangkan sekat antar-unit, serta membangun budaya kerja berbasis solusi dan inovasi. Dengan satu visi dan irama kerja yang sama, tahun 2026 diharapkan menjadi tahun lompatan kinerja yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Recent Posts

Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…

9 jam yang lalu

Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul

MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…

11 jam yang lalu

Kekeringan Meluas, Puan Ingatkan Pemerintah Siaga Air Bersih dan Antisipasi Dampak di Sektor Pangan-Kesehatan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…

21 jam yang lalu

Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…

22 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Industri 4.0, Dua Perusahaan Dapat Pendampingan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…

1 hari yang lalu

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

1 hari yang lalu