PENDIDIKAN

Diikuti Lebih dari 10 Ribu Santri PDF, Imtihan Wathani 2026 Digelar Januari

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) atau Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada Januari 2026. Tahun ini, sebanyak 10.747 santri dari berbagai pesantren di Indonesia tercatat sebagai peserta, menjadikannya pelaksanaan dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar.

Imtihan Wathani merupakan ujian nasional bagi santri Pendidikan Diniyah Formal, sebuah sistem pendidikan pesantren berbasis kajian kitab kuning yang berada di bawah pembinaan Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Program PDF sendiri telah berjalan sejak 2015 dan terus mengalami penguatan dari sisi mutu dan pengakuan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan bahwa Imtihan Wathani merupakan bagian dari kebijakan strategis Kemenag dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang bermutu, adaptif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati diri pesantren.

“Imtihan Wathani bukan hanya instrumen evaluasi, tetapi juga ikhtiar kebijakan untuk memastikan lulusan Pendidikan Diniyah Formal memiliki kompetensi keilmuan, karakter, dan daya juang yang kuat di tengah dinamika zaman,” ujar Dirjen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para santri, kiai, ustaz, dan pengelola pesantren yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus terbuka terhadap transformasi sistem pendidikan. 

“Kami mendoakan seluruh santri agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan bahwa peserta Imtihan Wathani 2026 terdiri atas 4.576 santri jenjang ulya dan 6.171 santri jenjang wustha. “Jumlah ini merupakan yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan Imtihan Wathani,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Menurut Basnang, ujian nasional ini akan dilaksanakan di 151 satuan pendidikan, yang terdiri dari 83 lembaga PDF jenjang ulya dan 68 lembaga PDF jenjang wustha di berbagai daerah.

Untuk jadwal pelaksanaan, Imtihan Wathani jenjang ulya akan berlangsung pada 8–10 Januari 2026, sedangkan jenjang wustha dijadwalkan pada 12–14 Januari 2026.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Imtihan Wathani kembali menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Basnang menegaskan bahwa penerapan CBT mencerminkan komitmen Kemenag dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren. “Ini bagian dari upaya peningkatan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas pendidikan diniyah formal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pendidikan Diniyah Formal tidak hanya memberikan pengakuan kesetaraan dengan lembaga pendidikan lainnya, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren. “Imtihan Wathani bukan sekadar evaluasi akademik, melainkan refleksi komitmen bersama untuk meningkatkan standar pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.

Kementerian Agama pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Imtihan Wathani 2026. “Ujian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan santri sekaligus simbol kemajuan pendidikan Islam nasional,” pungkas Basnang.

Recent Posts

Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal

MONITOR, Jakarta - Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek…

15 jam yang lalu

Prof Rokhmin Soroti Iklim Investasi Indonesia: Investor Tertekan, Industri Melemah

MONITOR - Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen per tahun. Namun, potensi tersebut…

15 jam yang lalu

Menteri UMKM: Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai September

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan suku bunga…

16 jam yang lalu

Menhaj Tegaskan Haji Nonkuota Wajib Punya Kepastian Visa, PIHK Diminta Perketat Tata Kelola

MONITOR, Malang — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan penyelenggaraan haji nonkuota…

19 jam yang lalu

Bantah Dakwaan KPK, Gus Alex: Saya Harus Melawan, Kalau Diam Saya Berdosa

MONITOR, Jakarta — Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, menyatakan…

20 jam yang lalu

Panglima TNI Tekankan Pemimpin Harus Adaptif dan Tepat Ambil Keputusan Hadapi Ancaman Multidomain

MONITOR, Bandung — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya kemampuan adaptif, visioner, analitis,…

20 jam yang lalu