Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis. (dok: Kemenhaj)
MONITOR, Jakarta – Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar Bimbingan Teknis- (Bimtek) Penyelesaian Dokumen Pemvisaan Haji Tahun 1447H/2026M pada 2–4 Januari 2026 di Serpong. Kegiatan ini diikuti oleh 110 petugas pemvisaan haji sebagai upaya strategis memastikan kelancaran dan akurasi dokumen jemaah.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh ketepatan dan keakuratan dokumen. Menurutnya, dokumen yang valid tidak hanya dibutuhkan oleh jemaah, tetapi juga menjadi prasyarat utama dalam sistem pelayanan lintas negara antara Indonesia dan Arab Saudi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas pemvisaan menjadi kebutuhan mendesak.
Bimtek ini difokuskan pada lima aspek utama. Pertama, memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi terbaru pemvisaan haji, baik dari pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi. Kedua, penguatan kompetensi teknis petugas, khususnya dalam penguasaan sistem Siskohat dan perangkat pendukung lainnya. Ketiga, penyamarataan prosedur kerja di seluruh wilayah agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang berpotensi menimbulkan kesalahan. Keempat, mitigasi berbagai kendala teknis yang dapat menghambat proses penerbitan visa jemaah. Kelima, membangun kesiapan petugas dalam merespons dinamika perubahan kebijakan pemvisaan secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, memberikan penguatan nilai dan etos kerja kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa petugas pemvisaan memegang peran yang sangat krusial sebagai tulang punggung penyelesaian dokumen jemaah haji.
“Tanamkan dari hati bahwa kita bekerja demi melayani Tamu Allah. Kesalahan sekecil apa pun dalam dokumen bisa berdampak sangat fatal bagi jemaah,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, komitmen, ketepatan waktu, serta ketelitian dalam setiap tahapan kerja, termasuk dalam penempatan dan pembagian tugas.
Lebih lanjut, Ian mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan haji tidak diraih secara instan, melainkan membutuhkan fokus, keseriusan, dan tanggung jawab yang tinggi. Aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting, karena kondisi fisik yang tidak prima dapat memengaruhi akurasi proses verifikasi dokumen jemaah.
Melalui Bimtek ini, Kementerian Haji dan Umrah RI berharap seluruh petugas pemvisaan haji semakin siap, profesional, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pelayanan haji 1447H/2026M, sehingga seluruh proses pemvisaan dapat berjalan optimal, akurat, dan berorientasi penuh pada kepentingan jemaah.
MONITOR, Ponorogo - Pondok Modern Darussalam Gontor kehilangan salah satu pendidik terbaiknya. Prof. Dr. KH…
MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i memberi pesan khusus pada Hari…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyarankan pemerintah, membentuk…
MONITOR, Jakarta - Pasca pengalihan penuh penyelenggaraan haji ke Kementerian Haji, Kementerian Agama mengalihkan fokus…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat beragama saat ini menghadapi tantangan…
MONITOR - Capaian swasembada pangan Indonesia pada 2025 menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global.…