BUMN

Jasa Marga Gelar Legal Summit dan Seminar Dampak UU KUHAP dalam Peringatan Hakordia 2025

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmen penerapan praktik bisnis bersih dan tata kelola yang baik melalui penyelenggaraan Legal Summit Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 sekaligus seminar tentang dampak implementasi UU KUHAP. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (15/12) dikemas dalam format sharing session dan workshop interaktif untuk memperkuat pengetahuan dan kapabilitas seluruh Roadster Jasa Marga dalam mempersiapkan implementasi KUHAP 2025 serta memperkokoh Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini bisnis Group.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro serta para peserta Roadster Jasa Marga Group. Dalam sesi sharing session turut hadir sebagai Narasumber mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap, Hakim Ad Hoc Tipikor Mochammad Agus Salim dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Advokat Indonesia Bobby R. Manalu serta jurnalis senior Fristian Griec sebagai moderator.

Direktur Human Capital dan Transformasi Jasa Marga, Yoga Tri Anggoro menyatakan bahwa Hakordia merupakan momentum meneguhkan integritas organisasi. “Peringatan ini mengingatkan seluruh insan Jasa Marga untuk memperkuat praktik bisnis yang bersih, akuntabel, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sebagai badan publik, setiap keputusan korporasi harus cepat dan tepat namun berlandaskan prinsip Good Corporate Governance karena berdampak langsung pada pelayanan publik,” ujar Yoga.

Dalam sesi sharing session mantan penyidik KPK Yudi Purnomo menguraikan contoh modus-modus korupsi yang kerap menimpa BUMN dan bagaimana prinsip Business Judgement Rule (BJR) relevan dalam penanganan dan pencegahan kerugian negara. Hakim Mochammad Agus Salim memaparkan kategori penyelewengan yang termasuk tindak pidana korupsi serta prosedur hukum dalam pengadilan Tipikor untuk penegakan akuntabilitas. Sedangkan Bobby R. Manulu menyampaikan materi berjudul “Pedoman Strategis bagi Korporasi dalam Menghadapi Implementasi KUHAP 2025”.

Sebagai bagian dari upaya preventif, Jasa Marga telah mengimplementasikan Whistleblowing System (WBS) yang terintegrasi dengan anak perusahaan Jasa Marga Group, dan aplikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk memudahkan akses informasi dan pelaporan dugaan pelanggaran Fraud. Inisiatif ini ditujukan untuk mendorong pelaporan dan tindakan pencegahan internal yang konsisten dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Jasa Marga menegaskan tekad memperkuat budaya antikorupsi dan menjadikan integritas sebagai fondasi operasional demi kelangsungan bisnis yang berkelanjutan dan pelayanan publik yang terpercaya.

Recent Posts

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

1 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu

Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan…

3 hari yang lalu