NASIONAL

Menag Ungkap Peran Penting Mediator Negara dan Umat

MONITOR, Tangerang – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa tanpa peran penyeimbang yang kuat, hubungan antara agama dan negara berpotensi saling menekan dan memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Menag saat memberikan keynote speech pada pembukaan lokakarya Kementerian Agama, Senin (15/12/2025).

“Kalau negara terlalu kuat mengatur agama, otonomi agama akan mengerdil dan fungsi kritiknya hilang. Sebaliknya, jika agama terlalu detail mempengaruhi negara, kita bisa tergelincir menjadi negara agama. Kementerian Agama harus berada di posisi tengah sebagai jembatan yang adil,” kata Menag Nasaruddin.

Menag menjelaskan, tantangan keumatan saat ini semakin kompleks karena adanya jarak antara ajaran agama yang cenderung normatif dengan realitas masyarakat modern yang rasional, terbuka, dan bergerak cepat. Menurutnya, kondisi ini menuntut kehadiran negara yang proporsional dalam urusan agama agar tidak menimbulkan ketegangan sosial.

“Agama sering dipersepsikan dogmatis dan statis, sementara lingkungan sosial kita menuntut kebebasan dan rasionalitas. Di sinilah Kementerian Agama harus mampu menjembatani dua dunia yang secara emosional dan intelektual berbeda,” kata Menag.

Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi agama agar tidak menjadi alat legitimasi politik. Ia menyebut, pemimpin dan lembaga keagamaan harus tetap mandiri agar dapat menjalankan fungsi kritik terhadap negara secara sehat.

“Kaki kita memang berpijak di negara, tetapi pada saat yang sama kita juga harus berpihak pada kepentingan umat. Kalau keseimbangan ini hilang, kepercayaan masyarakat terhadap agama dan negara sama-sama bisa melemah,” ujar Menag.

Menurut Nasaruddin Umar, peran Kementerian Agama sebagai penghubung antara negara dan civil society menjadi kunci dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah perubahan sosial global yang semakin cepat. “Kementerian Agama harus benar-benar hadir sebagai penyeimbang, bukan terlalu cepat turun tangan, tetapi juga tidak abai ketika negara memang harus hadir,” pungkasnya.

Recent Posts

Jelang Ramadan, Kemenag Luncurkan Program “The Most KUA”

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama hadirkan program “The Most KUA”. …

5 jam yang lalu

Menhaj Instruksikan Petugas Haji Laporkan Pungli Langsung ke Menteri

MONITOR, Jakarta -  Integritas petugas menjadi fondasi utama dalam pelayanan terhadap jemaah haji. Hal ini…

8 jam yang lalu

Gandeng Hungaria, Kemenperin Perkuat Vokasi Berstandar Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional yang menjadi prioritas…

10 jam yang lalu

Legalitas Ormas Islam, Kemenag Perketat Verifikasi

MONITOR, Jakarta - Ormas keagamaan Islam memiliki peran strategis dalam pembinaan kehidupan beragama, penguatan moderasi…

12 jam yang lalu

Isra Mi’raj Pesantren Al-Ma’mun: Meneguhkan Sholat sebagai Poros Spiritualitas

MONITOR, Depok - Pondok Pesantren Vocational Al-Ma’mun menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan…

17 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Transformasi Digital Fondasi Utama Penentu Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Di tengah percepatan perubahan teknologi, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan tantangan perubahan iklim…

17 jam yang lalu