PARLEMEN

DPR Dorong Pembentukan Prodi Kedokteran UIN Ar-Raniry

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan bahwa Komisi VIII berkomitmen mendorong penguatan program studi (prodi) kedokteran di UIN Ar-Raniry Aceh. Dorongan tersebut muncul lantaran merespons atas kebutuhan tenaga kesehatan yang memahami konteks kebencanaan di Aceh.

Selly menjelaskan bahwa UIN Ar-Raniry memiliki jumlah mahasiswa yang besar dan membutuhkan dukungan kebijakan, terutama pada program-program strategis. “Pak Rektor menyampaikan bahwa ada sekitar 40 ribu mahasiswa yang tersebar di KTKIN (PTKIN), salah satunya di Ar Raniry, yang juga harus mendapatkan perhatian dari Komisi VIII,” ujarnya dalam pertemuan dengan Rektor UIN Ar-Raniry pada rangkaian kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Banda Aceh, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan bahwa sejumlah program perguruan tinggi tersebut memerlukan dukungan Komisi VIII. Salah satunya adalah usulan pembentukan Prodi Kedokteran yang dinilai relevan dengan kondisi Aceh sebagai wilayah yang kerap mengalami bencana alam.

“Dengan sering kali terjadinya kebencanaan, maka sudah selayaknya UIN Araniri memiliki Prodi Kedokteran,” tegas Selly. Menurutnya, keberadaan prodi ini akan memperkuat kontribusi UIN dalam menghasilkan lulusan yang mampu membangun Aceh dan negara.

“Agar ke depan dengan adanya Prodi Kedokteran ini, para lulusan UIN ini bisa mengerti dan memberikan pengertian mereka untuk bangsa dan negara, dan mereka bisa menjadi orang-orang yang terbaik untuk pemerintah Provinsi Aceh,” ungkapnya.

Terkait proses pengusulan prodi tersebut, Selly menegaskan bahwa Komisi VIII siap memberikan dukungan penuh. “Tentu saja dorongan ini akan kita maksimalkan, karena proses-proses yang mereka lakukan ini sudah sampai dengan tahapan di Kemendiktisaintek,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi internal UIN Ar-Raniry juga telah dilalui. “Seleksi mereka itu juga sudah mendapatkan seleksi tersebut, dan tinggal bagaimana Kementerian Agama kemudian mendapatkan legalitas dari Komisi VIII melalui rapat kerja nanti, supaya keberadaan Prodi tersebut dipersetujui oleh Komisi VIII,” jelas politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Selly memastikan bahwa jika Komisi VIII telah memberikan persetujuan, maka pembentukan prodi tersebut dapat segera didorong oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan.

“Dan nanti akan didorong oleh Kementerian Agama maupun oleh Kemendikbudristek agar keberadaan UIN Araniri tersebut bisa menjadi salah satu fakultas yang tidak kalah saing dengan UIN Syarif Hidayatullah,” tutupnya.

Recent Posts

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

14 jam yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

14 jam yang lalu

88 Perwira Dirotasi Kapolri Suyudi, IPW Soroti Potensi Gesekan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario…

17 jam yang lalu

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

MONITOR, Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di…

21 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT

MONITOR, Kupang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo…

21 jam yang lalu

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

MONITOR, Gunungkidul — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah…

1 hari yang lalu