EKONOMI

Lindungi Hayati, Prof. Rokhmin dorong Sinergi Nasional wujudkan Karantina Berstandar Negara Maju

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Rokhmin Dahuri menegaskan perlunya sinergi menyeluruh antara pemerintah, kementerian/lembaga, sektor swasta, hingga masyarakat. Tujuannya untuk memastikan Indonesia memiliki sistem karantina yang setara dengan negara maju.

“Penguatan sistem karantina tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” katanya  dalam acara Forum Kepakaran Indonesia yang diselenggarakan di Balai Pustaka, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Rokhmin mengapresiasi pola kerja Badan Karantina yang kini lebih partisipatif dimana sebelum membuat regulasi, masukan dari stakeholder selalu diminta terlebih dahulu. “Pendekatan ini sudah on the track untuk membangun ketahanan pangan dan perlindungan hayati yang modern,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Gus Dur dan Megawati tersebut.

Untuk menuju Standar Negara Maju tersebut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University memaparkan arah besar yang harus dicapai agar sistem karantina Indonesia meniru standar negara maju—bukan hanya dari regulasi, tetapi juga dari sisi infrastruktur, teknologi, integrasi data, koordinasi lintas lembaga, dan kualitas sumber daya manusia.

“Transformasi ini penting agar Indonesia mampu mencegah masuknya hama penyakit, melindungi biodiversitas, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” paparnya.

Prof Rokhmin mengaitkan pentingnya penguatan sistem karantina dengan agenda besar Indonesia untuk keluar dari middle income trap. Ia menegaskan tiga syarat mendasar yakni Peningkatan produktivitas nasional, Daya saing yang lebih tinggi, dan Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Penguatan sistem karantina berperan langsung dalam meningkatkan daya saing Indonesia di sektor pangan, pertanian, dan perdagangan global,” jelas Prof Rokhmin.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu menekankan bahwa daya saing Indonesia harus diukur dan dibandingkan terus dengan negara lain yang sudah unggul. Dengan begitu, perumusan kebijakan karantina dapat diarahkan agar benar-benar menjawab tantangan global, bukan sekadar memenuhi prosedur administratif.

Ketua DPP PDI-Perjuangan Bidang Kelautan Perikanan tersebut menegaskan bahwa perlindungan sumber daya hayati adalah fondasi ketahanan pangan. “Tanpa sistem karantina yang kuat dan kolaboratif, Indonesia akan kesulitan bersaing dan sulit naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi,” pungkasnya.

Recent Posts

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

5 menit yang lalu

Komisi XI DPR: UU P2SK yang Baru Perkuat Tata Keuangan RI di Tengah Kemajuan Zaman

MONITOR, Jakarta - DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan…

13 menit yang lalu

Warga Sangihe Terisolasi Akibat Gempa Dahsyat di Sulut, Puan Dorong Ketangguhan Bencana di Pulau Terluar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa…

17 menit yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

MONITOR, Jakarta - Menjelang mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat pada periode libur sekolah pada…

13 jam yang lalu

PHK Capai 23 Ribu Orang, Komisi IX DPR Singgung Program JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya…

13 jam yang lalu

Bantu Daerah dengan Fiskal Lemah, Legislator Dorong Anggaran PPPK Penuh dan Paruh Waktu Dibiayai APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin mendorong agar Pegawai Pemerintah dengan…

14 jam yang lalu