MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama menggelar Pameran Foto Masjid dalam rangka Festival Masjid Berdaya Berdampak (MADADA Fest) 2025 di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Pameran ini menampilkan potret beragam wajah masjid di Indonesia, mulai dari foto Masjid Ramah, yang menegaskan semangat inklusivitas bagi semua kalangan tanpa sekat sosial; Masjid Tua, yang menjadi saksi perjalanan Islam di berbagai daerah; Masjid Percontohan, dengan pengelolaan modern dan profesional; serta Masjid Berdaya Berdampak, yang aktif dalam pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Sebanyak 30 karya foto hasil kurasi Kementerian Agama menampilkan sisi humanis dan progresif rumah ibadah. Tiap foto merekam dinamika kehidupan umat di sekitar masjid: dari aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kementerian Agama melalui Sistem Informasi Masjid (SIMAS) mencatat, hingga 7 Oktober 2025, terdapat 315.740 masjid dan 387.819 musala terdaftar di seluruh Indonesia.
Data tersebut menunjukkan besarnya potensi rumah ibadah untuk menjadi pusat kemajuan dan kesejahteraan umat.
Pada momen pembukaan MADADA Fest, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut masjid memiliki potensi besar untuk membangun kemandirian umat jika dikelola secara profesional dan kolaboratif.
“Jika semua masjid dan musala di Indonesia diberdayakan untuk pengelolaan dana umat secara kolektif, kita bisa menciptakan kemandirian umat tanpa harus terlalu bergantung pada pihak lain,” jelas Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan, Nurul Badruttamam, menambahkan bahwa pameran foto ini merupakan bentuk apresiasi terhadap masjid-masjid yang telah menunjukkan wajah baru dalam pelayanan umat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap bangunan masjid, ada kisah pengabdian dan gotong royong umat. Pameran ini mengabadikan semangat itu dalam bingkai visual, bagaimana nilai ibadah diwujudkan dalam kepedulian sosial dan kepeloporan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap pameran ini dapat menginspirasi pengelola masjid di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan berjejaring. Menurutnya, kolaborasi antar-masjid akan memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat kemaslahatan umat.
“Masjid tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus menjadi bagian dari jaringan besar yang saling menguatkan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun ekologi,” pungkas Nurul.
MONITOR, Jakarta - Prajurit TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam Tim SAR gabungan berhasil…
MONITOR, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diwakili oleh Inspektur Wilayah I,…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa transformasi teknologi…
MONITOR, Jakarta - Tingkat kepatuhan pejabata Kementerian Agama untuk menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara…
MONITOR, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 dibekali pendidikan dan…