NASIONAL

Kemenperin Dukung Peningkatan Kualitas SDM Industri Kelapa Sawit

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat struktur pengembangan industri nasional, salah satunya melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Dalam menjawab berbagai tantangan industri, dibutuhkan peningkatan kualitas tenaga kerja industri yang terampil sesuai kebutuhan industri dalam negeri, termasuk salah satunya untuk industri kelapa sawit.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kemenperin terus berupaya untuk mencetak SDM yang berkualitas melalui pendidikan vokasi industri. “Kami mendukung pengembangan SDM industri yang berkualitas sehingga dapat memberikan inovasi serta memacu kinerja sektor industri nasional,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta (19/9).

Pengembangan SDM industri disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas industri menjadi lebih produktif dan berdaya saing, salah satunya yaitu sektor industri pengolahan hasil perkebunan nasional. “SDM yang berkompeten merupakan kunci dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri, terutama pada industri pengolahan hasil perkebunan yang memiliki cakupan proses bisnis yang luas, dari hulu ke hilir,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika selaku Anggota Dewan Pengawas BPDP pada kegiatan kuliah perdana bagi penerima Program Beasiswa BPDP Angkatan IX Tahun Ajaran 2025/2026 Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) yang diselenggarakan di Kebun Percobaan AKPY, Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro menjelaskan bahwa pembangunan industri perlu ditopang banyak hal seperti ketersediaan bahan baku, teknologi, dan SDM industri yang mampu mengembangkan inovasi. “Pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja bagi industri kelapa sawit yang berkualitas dan sesuai kebutuhan industri,” kata Putu.

Lebih lanjut, pengembangan industri komoditas perkebunan berkelanjutan turut memerlukan hilirisasi industri, pengembangan teknologi, penerapan industri hijau, dan penguatan SDM. Hal ini selaras dengan strategi Transformasi Ekonomi 2025-2029 untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas riset inovatif, dan mendorong produktivitas tenaga kerja.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 21,9 persen dengan target pertumbuhan industri sebesar 6,9–7,8 persen.

Sebelumnya, Kemenperin telah mengeluarkan berbagai inisiatif strategis dalam rangka mendorong industri pengolahan diantaranya seperti, menjaga ketersediaan bahan baku industri hilir dalam negeri melalui Kebijakan Bea Keluar (duty) dan Penguatan Ekspor (levy) yang pro Industri, injeksi teknologi melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan Steamless POME-less Palm Oil Technology (SPPOT), fasilitasi investasi melalui insentif fiskal dan non-fiskal, komersialisasi hasil riset dengan skema industry-lead consortium, perbaikan tata kelola melalui sistem digitalisasi, inovasi produk pangan fungsional berbasis sawit, teknologi fraksionasi biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk biochemical building-block, dan partisipasi pada kampanye positif sawit bersama Kementerian/Lembaga terkait.

Adapun Program Beasiswa BPDP merupakan salah satu program pengembangan SDM industri kelapa sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Pendidikan Vokasi Industri. BPDP telah bekerja sama dengan 41 lembaga pendidikan sektor kelapa sawit dari hulu ke hilir dalam menyelenggarakan program beasiswa Sawit. Sementara pada tahun ajaran 2025 ini, AKPY memperoleh penugasan untuk menyelenggarakan Pendidikan vokasi bagi 570 orang penerima beasiswa sawit yang berasal dari 26 provinsi dan 108 Kabupaten di seluruh Indonesia pada Tingkat Pendidikan D1 (Diploma 1).

Pendidikan vokasi pada industri kelapa sawit telah menjadi momen penting bagi sektor industri agro, dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan didukung oleh bonus demografi; Putu optimis bahwa industri agro menjadi pilar penting bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

“Industri pengolahan hasil perkebunan seperti industri sawit, kakao, dan kelapa tidak hanya memberikan nilai tambah, tetapi juga membuka membuka ruang besar bagi inovasi, investasi, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas. Kami optimis, industri agro mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Putu.

Recent Posts

Kasum TNI dan Menteri PU Tinjau Sabodam dan Huntara di Tapanuli Tengah

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…

27 menit yang lalu

Prof. Rokhmin: Integrasi Ayat Qauliyah dan Kauniyah jadi Fondasi Strategis Pembangunan Agro-Maritim

MONITOR, Bogor - Pembangunan sektor agro-maritim Indonesia harus berakar pada nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi antara…

2 jam yang lalu

Kemenag dan TNI AD Perkuat Ketahanan Sosial Keagamaan melalui STARLING Ramadan

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama kembali menggelar Program Salat Tarawih…

2 jam yang lalu

Jaga Kepercayaan Publik, PT SMI Siap Terbitkan Obligasi Ritel Tahun Ini

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan tiga poin instruksi strategis bagi…

3 jam yang lalu

Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok, DPR Kecam Keras Kekerasan Kampus

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan duka cita mendalam sekaligus…

4 jam yang lalu

Sinergi Pendidikan Indonesia-Inggris, Transformasi Guru Madrasah Menuju Standar Internasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia mempertegas komitmennya dalam membawa pendidikan Islam ke panggung…

6 jam yang lalu