PARLEMEN

DPR Minta Indonesia Dorong Implementasi Adil Solusi Dua Negara Palestina-Israel

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, menyambut baik hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Internasional di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menghasilkan dokumen kerangka kerja solusi dua negara (Two-State Solution) bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Menurut Sukamta, dokumen yang didukung oleh 19 negara ko-ketua termasuk Indonesia, bukan hal simbolik namun sebuah kerangka kerja konkret yang telah dirancang untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan di dunia.

“Dokumen hasil dan lampirannya mencerminkan kerja delapan kelompok yang membahas dimensi politik, hukum, keamanan, hingga kemanusiaan. Proses ini merupakan langkah konkret yang patut diapresiasi, tetapi belum menyentuh akar persoalan utama,” kata Sukamta, Kamis (31/7/2025).

Sukamta menilai, dokumen tersebut masih memerlukan penguatan substansi untuk menjamin keadilan dan penghentian pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel.

“Dokumen ini belum menyentuh akar masalah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel,” ungkap Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Seperti diberitakan, perwakilan tingkat tinggi pada konferensi PBB pada hari Selasa (29/7) waktu setempat mendesak Israel untuk berkomitmen terhadap Palestina dan memberikan ‘dukungan yang teguh’ terhadap solusi dua negara.

Hasil konferensi di PBB itu menghasilkan Deklarasi New York yang menetapkan rencana bertahap untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir delapan dekade dan perang yang sedang berlangsung di Gaza.

Rencana tersebut akan mencapai puncaknya dengan kemerdekaan Palestina, demiliterisasi, yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Pada akhirnya, integrasi mereka menuju wilayah Timur Tengah yang lebih luas.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah laporan terbaru bahwa kelaparan sedang terjadi di Gaza, dan meningkatnya kemarahan global terhadap warga Palestina yang tidak mendapatkan makanan karena kebijakan dan praktik Israel.

Terkait dengan situasi ini, Sukamta sebagai pimpinan Komisi DPR yang membidangi urusan hubungan internasional tersebut meminta Pemerintah Indonesia untuk melakukan beberapa langkah strategis menanggapi hasil KTT 19 negara tersebut.

“Pemerintah harus mendorong implementasi yang adil terhadap keputusan Mahkamah Internasional bahwa pendudukan Israel atas wilayah dan permukiman Palestina adalah illegal,” tegas Sukamta.

Selain itu, kata Sukamta, Pemerintah Indonesia harus mendorong agar rekonstruksi Gaza dan pembangunan wilayah Palestina menjadi bagian prioritas dari agenda internasional.

“Indonesia harus mengambil peran aktif dalam diplomasi internasional dan bersikap lebih aktif di tengah eskalasi kekerasan terhadap rakyat Palestina,” sebutnya.

Sukamta pun mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen mengawal isu Palestina baik di level parlemen nasional maupun melalui diplomasi parlemen internasional.

“Perdamaian sejati hanya akan lahir jika keadilan ditegakkan,” pungkas Sukamta.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

3 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

6 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

7 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

9 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

10 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

11 jam yang lalu