PARLEMEN

DPR: Bandara Bali Utara Bisa Jadi Ikon Peradaban Baru yang Integrasikan Sektor Pendidikan, Riset dan Budaya

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mendukung pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) yang baru-baru ini telah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai bandara kedua di Pulau Dewata itu dapat menjadi gerbang peradaban Bali Utara sebagai episentrum budaya dunia.

Menurut pria yang akrab disapa Lalu Ari tersebut, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara bukan sekadar proyek infrastruktur.

“Tetapi juga bisa menjadi ikon peradaban baru yang mampu mengintegrasikan pembangunan sektor pendidikan, kebudayaan, riset, dan literasi,” kata Lalu Ari, Senin (30/6/2025).

“Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi katalis transformasi kawasan Bali Utara, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai simpul utama diplomasi budaya, pendidikan kelas dunia, dan ekosistem riset berbasis kearifan lokal Bali,” sambungnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (27/6) di Gianyar, Bali, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) sudah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Muhaimin, bandara yang diprakarsai oleh PT BIBU Panji Sakti itu tinggal menunggu penentuan lokasi (penlok) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Muhaimin menjelaskan, pembangunan BIBU bisa mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di Pulau Bali bagian utara. Dengan demikian Bali akan menjadi destinasi yang bukan hanya kuat secara budaya, tetapi juga ekonomi.

Presiden Prabowo pun disebut sangat serius untuk mempercepat semua proses pembangunan bandara baru di Bali tersebut. Di antaranya, fasilitas kesehatan dan akses keluar masuk bertaraf internasional, serta akomodasi yang modern.

Oleh karena itu, Lalu menilai kehadiran BIBU harus diikuti oleh penyusunan ekosistem strategis yang melibatkan beberapa hal. Pertama, revitalisasi pendidikan vokasi dan politeknik pariwisata di Bali Utara melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Kemudian, Pemerintah diminta untuk melibatkan pusat-pusat studi budaya dan riset internasional berbasis Bali untuk menjadikan Pulau Dewata sebagai ‘living university’ kebudayaan Nusantara.

Lalu juga mendorong digitalisasi dan modernisasi literasi budaya dengan dukungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), agar warisan budaya Bali terdokumentasi dan dapat diakses dunia secara berkelanjutan.

“Serta pelibatan generasi muda Bali lewat program kepemudaan berbasis kreatif, inovatif, dan berwawasan global melalui dukungan Kemenpora,” lanjut Lalu.

Hal ini dinilai penting, apalagi Presiden Prabowo menginginkan agar pembangunan bandara tersebut nantinya bisa memperkuat Bali untuk menyaingi bandara yang ada di negara tetangga Indonesia. Sehingga pembangunan BIBU akan diikuti oleh infrastruktur pendukung lainnya, seperti jalan raya dan fasilitas berkelas internasional berpadu dengan adat budaya Bali.

Lalu pun mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo tersebut. Menurutnya, hal ini sejalan dengan mandat RPJMN 2025–2029, di mana sektor pendidikan, kebudayaan, dan riset menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan.

“Komisi X DPR akan mendorong agar Bandara Internasional Bali Utara tak hanya menjadi gerbang fisik, tetapi juga gerbang peradaban yang mengangkat Bali Utara sebagai episentrum budaya dunia,” ungkap Lalu.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi X DPR dengan bidang pendidikan, budaya, riset dan kepemudaan itu, Lalu juga mengingatkan pentingnya menjadikan masyarakat lokal Bali Utara sebagai subjek utama pembangunan.

“Pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan SDM harus menjadi komponen integral dari investasi ini. Karena Bali bukan hanya tujuan wisata, tetapi jendela dunia untuk memahami Indonesia. Dan Bandara Bali Utara adalah pintu masa depan itu,” tutur Legislator dari Dapil Nusa Tenggara Barat II itu.

Lalu pun mengatakan bahwa Komisi X DPR siap mengawal dan mendorong integrasi kebijakan lintas sektor untuk memastikan pembangunan BIBU sejalan dengan nilai-nilai budaya dan peningkatan kualitas SDM.

“Serta sejalan dengan arah strategis pembangunan nasional berbasis pengetahuan,” pungkas Lalu Ari.

Recent Posts

Dukung Kelancaran Arus Balik, One Way Lokal KM 459 s.d KM 420 GT Banyumanik Diberlakukan

MONITOR, Semarang - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ) bersama…

5 jam yang lalu

Lalu Lintas Jabodetabek–Puncak Melonjak hingga 54 Persen, Arus Wisata Masih Tinggi

MONITOR, Jakarta – Volume lalu lintas pada H+1 libur Idulfitri 1447 H/2026 M masih terpantau tinggi,…

22 jam yang lalu

Distribusi BBM Kalbar Berangsur Normal, Pertamina Tambah Suplai hingga 140 Persen

MONITOR, Pontianak – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi distribusi dan pelayanan Bahan Bakar…

1 hari yang lalu

LSAK: KPK On Track soal Status Tahanan Rumah Yaqut

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam…

1 hari yang lalu

Arus Kendaraan Hari Raya Idulfitri 1447 H Tembus 729 Ribu

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan menuju wilayah Timur…

1 hari yang lalu

Pemudik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran di Tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik…

2 hari yang lalu