PENDIDIKAN

Kemenag Apresiasi UIN RIL dan UIN SU Raih Peringkat Teratas PTKIN pada THE Impact Rankings 2025

MONITOR, JAKARTA – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Prof. DR.Phill. Sahiron, MA mengapresiasi capaian dua PTKIN yakni UIN Raden Intan Lampung dan UIN Sumatera Utara masuk peringkat diantara PTKIN dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025.

Kesuksesan tersebut terang Direktur Diktis juga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi PTKIN lain.

“Prestasi ini saya yakin dapat diraih juga oleh PTKIN lain, apabila sebagian atau seluruh aspek dari 17 kriteria yang tetapkan oleh PBB itu dipenuhi. Perhatian PTKIN terhadap THE Impact Ranking ini sangat diperlukan karena hal ini termasuk dalam perencanaan nasional (BAPPENAS) dalam peningkatan ranking internasional perguruan-perguruan tinggi di Indonesia,” katanya di Jakarta, Sabtu 21 Juni 2025.

“Ini menjadi momentum penting sejalan dengan program prioritas kita yakni internasionalisasi PTKI. Selamat dan sukses atas prestasi luar biasa ini yang saya kira menjadi inspirasi dan motivasi kita semua untuk terus meningkatkan mutu layanan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia,” Sambungnya.

Dua kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dan UIN Sumatera Utara mencatatkan prestasi di tingkat global. Keduanya tampil sebagai peringkat pertama dan kedua di antara seluruh PTKIN dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025. Pengumuman resmi dirilis melalui laman https://www.timeshighereducation.com/impactrankings pada Rabu, 18 Juni 2025.
 
Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Raden Intan Lampung berada di rentang peringkat 1001–1500 dunia, posisi ke-36 secara nasional, sementara UIN Sumatera Utara berada di posisi kedua untuk PTKIN dan ke-59 secara nasional. Tercatat ada 71 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti pemeringkatan ini.
 
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas capaian ini sebagai hasil kerja keras dari seluruh sivitas akademika UIN RIL. “Capaian ini membuktikan bahwa kualitas riset dan pengabdian kami semakin diakui di tingkat global. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan inovasi dan kolaborasi riset,” ujarnya.
 
Pencapaian tersebut menurut Rektor melengkapi prestasi UIN RIL sebagai kampus hijau terlestari versi UI GreenMetric, UIN RIL menjadi peringkat 1 PTKIN dan menempati posisi ke-71 dunia. Sementara dalam pemeringkatan UniRank, kampus ini berada di posisi ke-6 nasional di klaster PTKIN.

Sementara itu, Rektor UIN SU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, menyatakan prestasi tersebut pada lembaga pemeringkatan bergengsi internasional ini merupakan satu keberkahan UIN SU dan kebahagiaan karena baru perdana UIN SU submit ke THE Impact Rankings, akan tetapi telah berhasil mendapatkan posisi rankings.

“Rektor dan segenap Pimpinan UIN SU, mengucapkan terima kasih kepada tim WUR dan Sivitas Akademika UIN SU, atas kerja keras dan upaya bersama untuk terus berkemajuan dan berkembang baik di level Nasional maupun International,” ungkap Rektor.

Sebagai informasi, THE Impact Rankings menilai perguruan tinggi berdasarkan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan PBB yakni 17 goals SDGs dimana perguruan harus submit 4 goals untuk dinilai THE Impact Rankings dan goal yang wajib disubmit itu SDGs 17 (kemitraan).

THE Impact Rankings 2025 menilai 2.526 universitas dari 130 negara dan wilayah berdasarkan kontribusi mereka terhadap SDGs. Western Sydney University, Australia, kembali menempati posisi puncak global untuk tahun keempat berturut-turut. Universitas Airlangga menjadi yang tertinggi dari Indonesia dengan posisi ke-9 dunia, sekaligus yang tertinggi dari negara berkembang.
 
Menariknya, tahun ini semakin banyak universitas dari Asia yang mendominasi, dengan lebih dari separuh posisi diisi oleh kampus Asia dan 10 dari 17 SDGs dipimpin oleh universitas kawasan tersebut. Delapan negara baru juga turut serta dalam pemeringkatan, di antaranya Botswana, Estonia, hingga Papua Nugini.
 
Pemeringkatan ini tidak hanya menyoroti pencapaian akademik, tetapi juga komitmen universitas dalam menjawab tantangan global, termasuk keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan global.

Recent Posts

Cek Harga Bapok di Kramat Jati, Daging Sapi Rp140 Ribu, Cabai Rp45 Ribu

MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup  (LH) Hanif Faisol Nurofiq…

1 jam yang lalu

Wamenag Tegaskan Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa pesantren memiliki peran…

3 jam yang lalu

DPR: Biaya Haji 2026 Berpotensi Berubah akibat Penyesuaian Rute

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah…

5 jam yang lalu

Menag Minta Baznas 2026-2031 Lipat Gandakan Zakat Jadi 3 Kali Lipat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada…

6 jam yang lalu

Menperin: Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Perkuat Industri Halal Nasional

MONITOR, Jakarta - Momentum bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri setiap tahunnya selalu mendorong peningkatan…

10 jam yang lalu

Puan Minta TNI Terbuka Soal Status Kesiagaan Terkait Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penjelasan…

12 jam yang lalu