BUMN

IHC Perkuat Sistem Tata Kelola Klinis Berbasis Etika Profesi

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), sebagai Holding Rumah Sakit BUMN yang membawahi jaringan rumah sakit dan klinik dari Aceh hingga Papua, menegaskan komitmennya dalam membangun sistem tata kelola klinis (clinical governance) yang berbasis pada etika profesi. Pendekatan ini diyakini menjadi pondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, bermartabat, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien. 

Direktur Medis IHC, dr. Lia Partakusuma, menyampaikan bahwa etika profesi merupakan jantung dari tata kelola layanan klinis. “Etika adalah kunci integritas sistem. Tanpa komitmen pada etika profesi, semua protokol dan standar layanan akan kehilangan esensi utamanya yaitu kemanusiaan. Di IHC, kami membangun budaya klinis yang tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga menjunjung nilai-nilai moral dan profesional,” ungkap dr. Lia. 

Sebagai bagian dari penguatan sistem ini, IHC secara berkesinambungan mengembangkan kebijakan dan program edukasi internal yang selaras dengan Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), serta standar etik profesi keperawatan. Pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan pada Jumat, 9 Mei 2025, menjadi salah satu bentuk konkret dukungan terhadap arah kebijakan tersebut. 

Etika profesi yang ditegakkan IHC mencakup prinsip-prinsip moral universal seperti otonomi pasien, tanggung jawab untuk berbuat baik dan tidak merugikan, serta keadilan dalam pemberian layanan. Dalam konteks keperawatan, nilai-nilai seperti penghargaan terhadap martabat pasien, advokasi, empati, dan kedekatan menjadi aspek penting yang ditekankan dalam interaksi profesional sehari-hari. 

“Penerapan etika tidak hanya mencegah pelanggaran atau risiko hukum, tetapi justru memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi. Etika adalah jaminan bahwa pasien diperlakukan bukan sebagai objek klinis, tetapi sebagai manusia yang utuh,” tambah dr. Lia. 

Melalui fungsi Komite Medik dan Komite Keperawatan, IHC juga memperkuat mekanisme kredensial, pembinaan mutu profesi, dan pemeliharaan disiplin sebagai bagian dari sistem tata kelola klinis yang terintegrasi. Hal ini memperkuat posisi IHC sebagai institusi layanan kesehatan yang tidak hanya mengedepankan kompetensi, tetapi juga karakter. 

Ke depan, IHC akan terus memperluas program pembinaan etika profesi sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat budaya organisasi berbasis nilai. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi besar yang tengah digerakkan IHC dalam mewujudkan ekosistem kesehatan nasional yang unggul, terintegrasi, dan dipercaya masyarakat.

Recent Posts

Kementerian UMKM Apresiasi Cara UKB Bandar Lampung Siasati Biaya Kemasan

MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…

22 jam yang lalu

Personel RI yang Tewas di Lebanon Bertambah, DPR Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…

23 jam yang lalu

Debt Collector Tipu Ambulans-Damkar untuk Tagih Utang, Legislator: Pidanakan karena Bahayakan Nyawa Orang!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…

23 jam yang lalu

Siswa di DIY Dikeroyok Hingga Tewas, Komisi III DPR Dorong APH Petakan Kelompok Berisiko

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…

23 jam yang lalu

Lompatan Global Fikes UIN Jakarta: Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN Tanpa Syarat hingga 2030

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…

1 hari yang lalu

Perkuat UMKM Pertanian, Kementerian UMKM Dorong Akses Pasar dan Pembiayaan

MONITOR, Denpasar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor…

1 hari yang lalu