HUMANIORA

Kisah Adam Yandiev, Atlet yang Punya Cita-cita Bangun Sasana Tarung untuk Santri NU

MONITOR, Jakarta – Atlet dan Pengusaha Sport Center di Bali Adam Yandiev belakangan ini menjadi perbincangan. Bukan hanya seorang atlet MMA, Adam juga merupakan pelatih yang telah membina ratusan anak muda, menyelenggarakan kelas pelatihan gratis, dan bercita-cita mendirikan pusat olahraga dan budaya bertaraf internasional di Indonesia termasuk rencananya yang akan membangun sasana tarung (fighting camp) untuk Santri NU.

Hal tersebut disampaikan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang bersahabat dekat dengan Adam Yandiev Hery Haryanto Azumi kepada media, Rabu (16/4/2025).

“Adam adalah sosok yang luar biasa peduli dan mencintai negeri ini, dia punya cita-cita mulia berkontribusi memajukan olahraga dan budaya Indonesia melalui pembinaan atlet bahkan Adam Yandiev berencana akan membangun sasana tarung (fighting camp) untuk santri NU,” tutur Hery.

Hery yang juga merupakan Jajaran Pengurus Teras Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan Adam adalah bagian dari diplomasi dakwah melalui olahraga.

“Apa yang dilakukan Adam Yandiev akan membantu memperkuat citra Indonesia di mata para investor internasional,” terang pengurus teras ISNU yang membidangi Ekonomi, Perdagangan dan Investasi itu.

Selain itu, Hery juga menambahkan bahwa Adam Yandiev memiliki jaringan yang sangat kuat di kalangan para syeikh dan royal families (keluarga kerajaan) berbagai negara.

Sebagai informasi, Adam Yandiev adalah Atlet Muslim kelahiran Nazran, Rusia 7 Juli 1988. Atlet MMA petarung UFC itu juga pengusha Pengelola Sport Center Parq Ubud, yang kehilangan bisnisnya karena menjadi korban skandal internasional, yang menyeret Andre Frey, pendiri kompleks mewah Parq Ubud, dan Sergey Solonin, miliarder asal Rusia yang disebut-sebut sebagai mitranya.

Andrey Frey dan Sergey Solonin diduga menjalankan skema investasi besar-besaran yang dikemas sebagai proyek pengembangan properti premium di Bali. Namun, dibalik kemegahan proyek tersebut, terselubung praktik penipuan yang merugikan puluhan investor dari berbagai negara. Farq Ubud sendiri menawarkan fasilitas sport center berkelas dunia yang dikelola oleh Adam Yandiev melalui skema kerja sama dengan manajemen.

Dalam konferensi pers pada Selasa, 15 Maret 2025, awalnya Adam memaparkan visinya untuk memadukan dunia olahraga dengan budaya Bali melalui proyek ini (Parq Ubud). Adam mengaku dengan sukarela mencurahkan waktu dan tenaga untuk mendukung pengembangan Parq Ubud, karena percaya pada janji Andre Frey tentang proyek global yang revolusioner itu.

Berkat jaringan dan upayanya, Adam berhasil mengundang sejumlah bintang olahraga dan selebritas Hollywood ke Parq Ubud. Beberapa di antaranya bahkan memberikan wawancara eksklusif dan mengadakan acara di lokasi, yang turut meningkatkan citra dan eksposur global Parq Ubud.

Namun, alih-alih merealisasikan janjinya—termasuk pembangunan fasilitas olahraga yang dijanjikan—Andre Frey justru lebih fokus pada penggalangan dana, terutama melalui penawaran investasi berbasis mata uang kripto.

Menurut para korban, total dana yang berhasil dikumpulkan melebihi USD 100 juta. Sebagian dana tersebut diduga dikonversi melalui platform kripto ilegal, tanpa dialokasikan untuk pembangunan fisik proyek. Aktivitas ini hanya menciptakan ilusi seolah proyek tetap berjalan.

Pada Januari 2025, Andre Frey akhirnya ditangkap oleh otoritas Indonesia atas tuduhan pelanggaran perizinan usaha dan pembangunan. Tak lama setelah itu, Sergey Solonin—yang sebelumnya mengklaim sebagai mitra Frey—tiba-tiba mengumumkan bahwa ia telah “mengakuisisi” Parq Ubud.

Pada Maret 2025, Adam Yandiev—yang semula dijanjikan peran strategis dalam pengelolaan sport center—bersama keluarganya, yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh asal Rusia dan pengelola Nuanu serta Luna Club, diusir secara sepihak dari kompleks Parq Ubud tanpa mengakui kontribusinya dalam mempromosikan Bali di kancah global. Upaya Adam dalam membawa nama Parq Ubud melalui koneksi atlet dan selebritas Hollywood-pun diabaikan.

Namun, Adam sendiri tidak berdiam diri. Ia bertekad memperjuangkan haknya dan memastikan kontribusinya dalam memajukan pariwisata dan olahraga Indonesia tidak sia-sia. “I will fight for my rights,” katanya.

“Insyaallah, I believe good karma will speak,” tegasnya.

Recent Posts

Lalu Lintas Jabodetabek–Puncak Melonjak hingga 54 Persen, Arus Wisata Masih Tinggi

MONITOR, Jakarta – Volume lalu lintas pada H+1 libur Idulfitri 1447 H/2026 M masih terpantau tinggi,…

10 jam yang lalu

Distribusi BBM Kalbar Berangsur Normal, Pertamina Tambah Suplai hingga 140 Persen

MONITOR, Pontianak – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi distribusi dan pelayanan Bahan Bakar…

14 jam yang lalu

LSAK: KPK On Track soal Status Tahanan Rumah Yaqut

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam…

14 jam yang lalu

Arus Kendaraan Hari Raya Idulfitri 1447 H Tembus 729 Ribu

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan menuju wilayah Timur…

15 jam yang lalu

Pemudik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran di Tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik…

1 hari yang lalu

Panglima TNI dan Kapolri Cek Langsung Pos Mudik Lebaran 2026 di Medan, Pastikan Pengamanan Maksimal

MONITOR, Medan — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo…

1 hari yang lalu