HUMANIORA

Matahari Pagi Indonesia Luncurkan Program Bersih-Bersih Rumah Ibadah

MONITOR, Tangerang – Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (MPI) meluncurkan program Bersih-Bersih Rumah Ibadah sebagai simbol toleransi dan persaudaraan antarumat beragama. Kegiatan ini diawali dari Masjid Jami Kalipasir dan Klenteng Boen Tek Bio di Tangerang, mencerminkan semangat gotong royong lintas agama dalam menjaga tempat ibadah.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji RI sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dalam keberagaman. “Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan dalam aksi nyata. Membersihkan rumah ibadah bersama adalah bentuk nyata dari persatuan dan kepedulian lintas agama,” ujarnya.

Dahnil juga menekankan bahwa pemilihan Masjid Jami Kalipasir sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan. “Saya punya kedekatan dengan daerah ini sejak lama. Tangerang adalah contoh nyata bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang hidup berdampingan. Ini bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang harus dipertentangkan,” katanya.

Gerakan ini tidak hanya menyasar masjid, tetapi juga gereja, vihara, klenteng, dan kuil. Dahnil menambahkan bahwa program serupa sebelumnya telah dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Vihara di Sibolangit dan beberapa masjid di Sumatera Utara. “Kami ingin gerakan ini meluas, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di pelosok-pelosok negeri. Setiap rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun harmoni sosial,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kebersihan, Dahnil juga menyoroti pentingnya menjaga semangat Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. “Ketua DKM masjid, pengurus vihara, pendeta, atau pemuka agama lainnya tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan ibadah semata, tetapi juga harus peduli dengan masyarakat sekitar. Rumah ibadah harus menjadi pusat kebaikan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Gerakan ini juga mengajak umat dari berbagai agama untuk membersihkan tempat ibadah yang berbeda. “Kami ingin nantinya umat Kristen ikut membersihkan masjid, umat Islam membersihkan gereja, begitu juga dengan rumah ibadah lainnya. Ini bukan sekadar kebersihan fisik, tetapi juga simbol bahwa kita saling peduli,” lanjut Dahnil.

Ketua Umum MPI, Sutia Budi, menambahkan bahwa program ini bukan hanya aksi sosial, tetapi juga komitmen untuk memperkuat persatuan bangsa. “Kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sesama manusia itu bersaudara. Jika kita bisa bekerja sama dalam hal sederhana seperti membersihkan rumah ibadah, kita juga bisa bekerja sama dalam hal yang lebih besar untuk membangun Indonesia,” katanya.

MPI berharap inisiatif ini dapat terus berkembang ke berbagai daerah, menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah ibadah serta mempererat persaudaraan di Indonesia.

Recent Posts

SPAN-PTKIN 2025, Jaring Calon  Mahasiswa Bertalenta Tinggi

MONITOR, Jakarta - Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4…

15 menit yang lalu

Pertamina Raih Platinum Winner dan Boyong 66 Penghargaan di Ajang PR Indonesia Award 2025

MONITOR, Jakarta - Pertamina Group kembali memboyong puluhan penghargaan serta menjadi satu-satunya BUMN yang berhasil…

1 jam yang lalu

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H 1 Maret 2025

MONITOR, Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1…

3 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Tujuan Utama dari Kasus Pagar Laut adalah Tangkap Aktor Intelektual

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, memberikan apresiasi kepada Direktorat…

10 jam yang lalu

Sikat Mafia Migas, Selamatkan Pertamina

Oleh: Dadangsah Rawas* Cerita ‘series’ mafia migas Indonesia kembali rilis, ditandai dengan pengusutan tata kelola…

11 jam yang lalu

Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Kejaksaan Jadi Institusi Superbodi

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Hukum Universitas Pancasila, Prof Agus Surono, menekankan pentingnya memahami kewenangan…

13 jam yang lalu