PEMERINTAHAN

Wamen UMKM Ajak Guru SMK Bimbing Siswa Jadi Wirausaha Muda

MONITOR, Bandung – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza mengajak guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menjadi garda terdepan dalam membimbing dan mengarahkan para siswanya agar menjadi wirausaha muda.

“Berdasarkan data Indonesia Millennial and Gen Z Report pada 2022, sebanyak 64 persen Gen Z tertarik untuk menjadi wirausaha. Hal ini didorong karena fleksibilitas waktu dan didukung perkembangan teknologi,” kata Wamen UMKM Helvi saat memberikan sambutan dalam acara, workshop Kewirausahaan untuk Guru SMK yang diselenggarakan oleh Lazada Indonesia bekerja sama dengan Kementerian UMKM di Bandung, Rabu (26/2).

Wamen Helvi menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak wirausahawan muda di sekolah masing-masing.

Hal ini juga selaras dengan tren generasi muda saat ini, yang cenderung lebih memilih menjadi pemilik bisnis daripada bekerja sebagai karyawan.

Dengan menjadi wirausaha, mereka tidak hanya menciptakan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, tapi juga membuka lapangan kerja untuk anak muda lainnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dengan filosofi LIDI (Loyalitas, Integritas, Disiplin, dan Inovasi).

Keempat hal ini menjadi kunci sukses dalam membangun bisnis. Loyalitas untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen, integritas sebagai fondasi keberlanjutan usaha, disiplin dalam waktu dan kualitas pelayanan, serta inovasi untuk memastikan usaha terus berkembang.

“Sudah selayaknya kita memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengarahan kepada mereka, generasi muda kita,” ujarnya.

Dalam mendukung para calon wirausaha muda, Wamen Helvi mengatakan, pemerintah telah menyediakan berbagai program dan kemudahan bagi generasi muda yang ingin berwirausaha. Mulai dari akses perizinan melalui Online Single Submission (OSS), kebijakan alokasi 30 persen ruang publik untuk UMKM, kebijakan 40 persen belanja pemerintah dan BUMN untuk UMKM, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kementerian UMKM juga mengembangkan program kewirausahaan, termasuk di dalamnya ada Entrepreneur Hub, Entrepreneur Financial Fiesta, Inkubasi Wirausaha, serta ada jabatan fungsional Pengembang Kewirausahaan,” katanya.

Wamen Helvi berharap dengan para guru SMK yang turut berperan untuk tujuan yang sama, maka penciptaan wirausaha tangguh berkualitas semakin mudah diwujudkan, untuk mencapai target peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 8 persen pada 2045.

Recent Posts

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

21 jam yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

21 jam yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

1 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu

Momentum Muktamar NU ke-35, HEBITREN Buka Jalan Investasi Peternakan Berbasis Pesantren

MONITOR, JOMBANG - Momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,…

2 hari yang lalu