PENDIDIKAN

Warga Palestina Bisa Kuliah Gratis di UIN Datokarama Palu

MONITOR, Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menyiapkan beasiswa bagi warga Palestina. Kabar ini disampaikan Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir usai menandatangani nota kesepahama kerja sama dengan pemerintah Palestina di Palu, Sulawesi Tengah. “Warga Palestina bisa berkuliah di UIN Datokarama gratis mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3,” ujar Lukman Thahir di Palu, Senin (29/7/2024).

“Ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian UIN Datokarama terhadap Palestina,” imbuhnya.

Komitmen UIN Datokarama dalam menjamin hak – hak masyarakat khususnya generasi muda Palestina mengenyam pendidikan, tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair S.M Al-Shun.

Penandatanganan nota kesepahaman oleh dua pihak tersebut, disaksikan oleh Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan Keuangan (AUPK) UIN Datokarama Zaenuri dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Faisal Attamimi, berlangsung di sela – sela kegiatan Kuliah Tamu Internasional, di UIN Datokarama.

Bidang kerja sama yang tertuang dalam Nota kesepahaman ditandatangani antara Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, mencakup pemberian beasiswa untuk anak anak Palestina yang menempuh kuliah di UIN Datokarama Palu pada strata S1, S2 dan S3 setiap tahunnya.

Kemudian, pengembangan pengabdian masyarakat Internasional dalam bentuk memupuk kesadaran hukum masyarakat Internasional terhadap penghargaan hak asasi manusia, dan penyebaran Islam dan perdamaian di dunia Internasional melalui seminar Internasional di dalam dan di luar negeri.

Rektor Profesor Lukman mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, tidak hanya menjadi penguat hubungan bilateral dan diplomasi antara UIN Datokarama dengan Palestina.

Melainkan, juga menjadi penguat hubungan kekeluargaan secara individual dan kelembagaan antara civitas akademik UIN Datokarama dengan Palestina.

“Berangkat dari hubungan kekeluargaan inilah, maka warga generasi muda Palestina kami berikan pendidikan gratis berupa kuliah secara gratis selama empat tahun, dan kami menanggung biaya hidup mereka selama mereka mengenyam pendidikan di UIN Datokarama,” sebutnya.

Ruang lingkup nota kesepahaman yang ditandatangani dua pihak tersebut, juga mencakup tentang pengembangan pendidikan tinggi, pengembangan pengabdian masyarakat Internasional dalam peningkatan kualitas pembangunan di dunia global, serta peningkatan upaya perdamaian di dunia global dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Nota kesepahaman tersebut berlangsung empat tahun sejak ditandatangani oleh Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun. 

Recent Posts

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

1 jam yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

3 jam yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

3 jam yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

14 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

16 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

16 jam yang lalu