PEMERINTAHAN

Organisasi dan Tata Laksana, Sekjen: Ada Empat Kriteria Pelayanan Publik Kementerian Agama

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Ali Ramdhani meminta agar pelayanan publik Kementerian Agama terus dioptimalkan. Apresiasi pihak luar atas perbaikan tata kelola yang sudah berjalan baik tidak boleh membuat Kemenag berpuas diri dalam melayani publik.

Hal ini disampaikan Sekjen Kemenag dalam acara Rapat Koordinasi Fungsi Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama 2024 di Bali, Kamis (4/7/2024).

Menurut Sekjen, ada empat kriteria yang harus ada dalam melayani publik. Pertama, bersifat fisik. “Ini penting. Upaya revitalisasi bangunan di Kemenag salah satunya berkaitan dengan fisik. Kita harus membuat masyarakat yang kita layani merasa nyaman dalam ruang pelayanan. Tidak harus mewah, tapi harus rapih,” kata Sekjen.

Kedua, empati. Cara melayani publik juga harus agile atau lincah. Dengan senyuman, sikap sopan, dan kesabaran, masyarakat akan merasa senang dilayani oleh kita. “Gusmen melakukan rekonstruksi terhadap organisasi ini, yaitu membuat Kemenag ini menjadi organisasi yang agile atau lincah. Termasuk merancang seragam untuk meningkatkan pride kita sebagai pelayanan publik,” ungkap Sekjen.

Selanjutnya, Sekjen menjelaskan kriteria yang ketiga, yaitu responsif. Menurutnya, responsif tidak cukup hanya gerak cepat dalam merespons. Responsif artinya tidak hanya menunggu adanya masalah, tapi memitigasi masalah yang akan muncul. Tidak hanya reaktif, tapi harus proaktif dalam membaca dinamika persoalan yang ada di masyarakat. “Upaya Cepat dengan tetap menjaga kehati-hatian adalah ciri dari organisasi yang baik,” ujarnya.

Keempat, bertanggung jawab. Tidak cukup dengan bangunan yang bagus, melayani dengan senyum, dan bekerja dengan cepat, pelayanan kepada publik juga harus penuh pertanggungjawaban. Siapa orang yang melakukan apa dalam ruang dan waktu tertentu. Ini menjadi bagian penting dari penatakelolaan organisasi.

“SOP menjadi bagian penting. Termasuk membuat mekanisme reward dan punishment yang menjadi bagian penting dari SOP kita. Hanya dengan begitulah kita dapat bekerja dengan baik,” ungkap Sekjen.

Terkait dengan capaian kinerja, Sekjen berharap agar penilaian dari pihak luar Kemenag menjadi perhatian serius. Baik secara capaian bukan dalam ukuran sendiri, tapi juga harus baik menurut pihak lain untuk merekonstruksi dan memperbaiki diri.

“ZI, WBK, penilaian RB, nilai SAKIP, nilai IKPA, harus menjadi perhatian kita semua. Karena dengan cara itulah, kita bisa menjadi organisasi yang memiliki keunggulan dibanding pihak lain,” ungkap Sekjen.

Kemenag tengah menuju perbaikan luar biasa di setiap indikator, seperti SPBE, penilaian Reformasi Birokrasi, serta penilaian SAKIP. “Percaya lah, Kemenag akan menjadi organisasi yang bonafit. Organisasi ini akan menghantarkan kita yang bekerja di dalamnya menuju surganya Allah,” tandasnya.

Hadir Kepala Biro Ortala Nurudin beserta jajarannya, para Kabag TU dan Ketua Tim Kerja seluruh Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

13 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

13 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

13 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

15 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

16 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

16 jam yang lalu