Tanaman Pangan

Respon Laporan Petani, Kementan Gerak Cepat Kendalikan Sundep di Kabupaten Karawang

MONITOR, Karawang – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang terdiri dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) berkolaborasi dengan BPTPH Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pertanian Kabupaten Karawang bergerak cepat mengintensifkan monitoring perkembangan serangan hama yang dikenal sebagai sundep serta melakukan gerakan pengendalian (gerdal) di akhir pekan ini (19/4).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan gerakan pengendalian hama merupakan respon cepat Kementan untuk melindungi petani. Akan tetapi tugas pengendalian OPT merupakan tanggung jawab dari berbagai pihak terkait.

“Saya himbau semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, stake holder, petani dan masyarakat untuk turut bekerja sama agar upaya-upaya kita dalam mengamankan produksi serta memenuhi kebutuhan pangan nasional berhasil dengan baik. Hal ini tentunya tidak bisa kita capai sendiri,” kata Suwandi.

Hal tersebut kata Suwandi selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengawal serta mendampingi petani agar mandiri dan kreatif, termasuk dalam menghadapi kondisi serangan OPT di pertanamannya.

“Kementan komitmen untuk terus memberikan dukungan program/kegiatan perlindungan tanaman seperti gerdal, bantuan pestisida, serta pembekalan ilmu melalui bimbingan teknis. Harapannya pertanaman dapat terus aman dan petani bisa panen dengan hasil memuaskan,” Imbuhnya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat menjelaskan bahwa untuk menyukseskan berbagai strategi pengendalian OPT, kerja sama semua pihak terkait sangat dibutuhkan.

“Kami menerapkan budaya kerja Bernas, yaitu  berorientasi pelayanan, aksi nyata, adaptif, dan sinergi. Kaitannya dengan pengamanan produksi, budaya kerja ini diterapkan sejak awal dari masa pra-tanam hingga panen. Semua pihak harus bekerja sama mengamankan pertanaman dari serangan OPT. Makanya, kita perlu kolaborasi yang baik dari segala sisi agar mendapatkan hasil yang nyata. Bulir padi tetap bernas, tidak hampa dan petani bahagia” terang Rachmat.

Rachmat juga menghimbau untuk melakukan upaya preventif seperti cara budidaya tanaman sehat sehingga dapat mencegah serangan OPT sejak awal.

Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah II BPTPH Provinsi Jawa Barat, H. Iduk mengungkapkan bahwa kegiatan gerdal OPT bersama Kementan ini menjadi stimulan bagi petani untuk menindaklanjutinya dengan melakukan gerdal swadaya.

“Setelah gerdal ini, selanjutnya akan dilakukan evaluasi, apakah gerdal ini berhasil menurunkan intensitas sundep atau tidak. Harapannya, serangan sundep dapat ditekan seminimal mungkin dan tanaman muda dapat terus tumbuh dan berkembang hingga panen,” imbuh Iduk.

Saat memberikan bimbingan teknis sebelum gerdal, Yadi Kusmayadi, POPT Ahli Madya BBPOPT mengatakan bahwa pemahaman karakteristik dan bioekologi OPT serta pengamatan rutin menjadi kunci keberhasilan suatu pengendalian. “Nah, untuk hama penggerek batang ini, pengamatan dan pengumpulan kelompok telur saat di persemaian menjadi hal wajib yang harus dilakukan demi mengamankan pertanaman nanti,” jelas Yadi.

Koordinator POPT Kabupaten Karawang, Ahmad Nurdin menambahkan bahwa selain di Kecamatan Jayakerta, gerdal juga akan dilakukan di Kecamatan Kutawaluya dan Rengasdengklok.

“Menurunkan populasi sundep atau penggerek batang menjadi prioritas saat ini. Agar deteksi keberadaan hama ini tidak terlambat, kami sudah minta petugas dan petani di wilayah Karawang untuk lakukan pengamatan secara rutin. Amati ngengatnya jika sudah mulai terpantau ada penerbangan,” tutur Nurdin.

Petugas Pengendali OPT (POPT) Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Wahyu Abdul Aziz membenarkan terjadinya spot-spot serangan sundep di Desa Kemiri dan Jayamakmur.

“Hama sundep menyerang tanaman muda usia 15-30 HST dengan intensitas ringan hingga sedang. Sebagai antisipasi agar serangan tidak meningkat dan meluas, kami melakukan pengendalian di lokasi sumber serangan dan area sekitarnya,” ungkap Aziz.

Recent Posts

Kemenag Pacu Madrasah Jadi Pusat Inovasi Internasional Lewat MABIMS 2025

MONITOR, Tangerang Selatan – Kementerian Agama terus menguatkan peran madrasah sebagai motor pendidikan Islam di…

16 menit yang lalu

Bakamla Siapkan Coast Guard Academy di Bitung

MONITOR, Bitung - Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., melanjutkan agenda kunjungan…

2 jam yang lalu

Puan Berduka Meninggalnya Affan, Minta Insiden Diusut Tuntas

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa terhadap korban insiden driver ojek…

7 jam yang lalu

MK Dorong Revisi UU Pengelolaan Zakat, Kemenag: Kami Hargai Pertimbangan Hakim Konstitusi

MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak sebagian besar permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor…

10 jam yang lalu

Jasa Marga Kembangkan UMKM Binaan Lewat Penyuluhan dan Bantuan Sarana Ternak Jangkrik di Bogor

MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui…

12 jam yang lalu

Aksi 28/8 Berujung Ricuh, Analis Serukan Semua Pihak Menahan Diri

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro menyerukan semua pihak untuk…

14 jam yang lalu