Kamis, 30 Mei, 2024

Respon Laporan Petani, Kementan Gerak Cepat Kendalikan Sundep di Kabupaten Karawang

MONITOR, Karawang – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang terdiri dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) berkolaborasi dengan BPTPH Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pertanian Kabupaten Karawang bergerak cepat mengintensifkan monitoring perkembangan serangan hama yang dikenal sebagai sundep serta melakukan gerakan pengendalian (gerdal) di akhir pekan ini (19/4).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan gerakan pengendalian hama merupakan respon cepat Kementan untuk melindungi petani. Akan tetapi tugas pengendalian OPT merupakan tanggung jawab dari berbagai pihak terkait.

“Saya himbau semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, stake holder, petani dan masyarakat untuk turut bekerja sama agar upaya-upaya kita dalam mengamankan produksi serta memenuhi kebutuhan pangan nasional berhasil dengan baik. Hal ini tentunya tidak bisa kita capai sendiri,” kata Suwandi.

Hal tersebut kata Suwandi selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengawal serta mendampingi petani agar mandiri dan kreatif, termasuk dalam menghadapi kondisi serangan OPT di pertanamannya.

- Advertisement -

“Kementan komitmen untuk terus memberikan dukungan program/kegiatan perlindungan tanaman seperti gerdal, bantuan pestisida, serta pembekalan ilmu melalui bimbingan teknis. Harapannya pertanaman dapat terus aman dan petani bisa panen dengan hasil memuaskan,” Imbuhnya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat menjelaskan bahwa untuk menyukseskan berbagai strategi pengendalian OPT, kerja sama semua pihak terkait sangat dibutuhkan.

“Kami menerapkan budaya kerja Bernas, yaitu  berorientasi pelayanan, aksi nyata, adaptif, dan sinergi. Kaitannya dengan pengamanan produksi, budaya kerja ini diterapkan sejak awal dari masa pra-tanam hingga panen. Semua pihak harus bekerja sama mengamankan pertanaman dari serangan OPT. Makanya, kita perlu kolaborasi yang baik dari segala sisi agar mendapatkan hasil yang nyata. Bulir padi tetap bernas, tidak hampa dan petani bahagia” terang Rachmat.

Rachmat juga menghimbau untuk melakukan upaya preventif seperti cara budidaya tanaman sehat sehingga dapat mencegah serangan OPT sejak awal.

Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah II BPTPH Provinsi Jawa Barat, H. Iduk mengungkapkan bahwa kegiatan gerdal OPT bersama Kementan ini menjadi stimulan bagi petani untuk menindaklanjutinya dengan melakukan gerdal swadaya.

“Setelah gerdal ini, selanjutnya akan dilakukan evaluasi, apakah gerdal ini berhasil menurunkan intensitas sundep atau tidak. Harapannya, serangan sundep dapat ditekan seminimal mungkin dan tanaman muda dapat terus tumbuh dan berkembang hingga panen,” imbuh Iduk.

Saat memberikan bimbingan teknis sebelum gerdal, Yadi Kusmayadi, POPT Ahli Madya BBPOPT mengatakan bahwa pemahaman karakteristik dan bioekologi OPT serta pengamatan rutin menjadi kunci keberhasilan suatu pengendalian. “Nah, untuk hama penggerek batang ini, pengamatan dan pengumpulan kelompok telur saat di persemaian menjadi hal wajib yang harus dilakukan demi mengamankan pertanaman nanti,” jelas Yadi.

Koordinator POPT Kabupaten Karawang, Ahmad Nurdin menambahkan bahwa selain di Kecamatan Jayakerta, gerdal juga akan dilakukan di Kecamatan Kutawaluya dan Rengasdengklok.

“Menurunkan populasi sundep atau penggerek batang menjadi prioritas saat ini. Agar deteksi keberadaan hama ini tidak terlambat, kami sudah minta petugas dan petani di wilayah Karawang untuk lakukan pengamatan secara rutin. Amati ngengatnya jika sudah mulai terpantau ada penerbangan,” tutur Nurdin.

Petugas Pengendali OPT (POPT) Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Wahyu Abdul Aziz membenarkan terjadinya spot-spot serangan sundep di Desa Kemiri dan Jayamakmur.

“Hama sundep menyerang tanaman muda usia 15-30 HST dengan intensitas ringan hingga sedang. Sebagai antisipasi agar serangan tidak meningkat dan meluas, kami melakukan pengendalian di lokasi sumber serangan dan area sekitarnya,” ungkap Aziz.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER