PEMERINTAHAN

Kemenag Harap Pesan Damai dari Pesantren dapat Diserap Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang Jawa Tengah menjadi tuan rumah titik terakhir penyelenggaraan Peacesantren: Pesan Damai dari Pesantren. Digelar di Alun-Alun Rembang, Peacesantren dihadiri Menag Yaqut Cholil Qoumas, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Eny Retno Yaqut, anggota DPR RI Komisi VIII Sri Wulan, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Henies Cholil Barro, dan para pejabat eselon I Kemenag.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menyatakan pihaknya sengaja menggelar Peacesantren di bulan Ramadan agar pesan damai yang digaungkan lebih mudah diserap. “Ramadan ini adalah bulan tempat menyucikan diri kita, untuk meredam berbagai hawa nafsu dan gangguan kemanusiaan,” jelasnya di Rembang, Sabtu (30/3/2024).

“Dengan dilaksanakan di bulan Ramadan, saya yakin pesan damai lebih mudah terserap oleh sanubari kita,” lanjutnya.

Kang Dhani, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pesantren layak mengirimkan pesantren damai kepada khalayak luas. Menurutnya pesantren adalah tempat yang damai sekaligus memiliki ide dan gagasan perdamaian yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan.

“Kalaupun ada hal yang berbeda, biasanya komunitas pesantren mampu menyelesaikannya dengan cara ngopi, jagongan, tentu juga dengan guyonan,” ujarnya.

“Kita meyakini dari tempat yang penuh kedamaian maka pesan ini dapat diketuktularkan menjadi budaya bangsa,” lanjut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Kemenag mengemas penyampaian pesan damai dari pesantren ini melalui seni. Dengan seni, menurut Kang Dhani, pesan damai dilakukan dengan halus dan penuh keindahan.

“Harapannya pesan damai tidak sekadar berhenti di kata-kata, tetapi mampu diserap oleh sanubari kita dan diekspresikan oleh perilaku kita,” terang Kang Dhani.

“Saya berharap masyarakat menerima pesan damai dari pesantren dengan baik,” pungkasnya.

Wakil Bupati Rembang sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Mochamad Henies Cholil Barro menyatakan, di pesantrennya nilai perdamaian bukan hanya diajarkan lewat kata-kata, tetapi langsung dipraktikkan.

“Pesantren Leteh letaknya di kota, bertetangga dengan kawan-kawan non-Muslim, dan selama ini dapat hidup damai dan berdampingan,” ujar pria yang biasa disapa Gus Hanies.

Gus Hanies mengisahkan, dulu persis di depan Pesantren Leteh adalah rumah seorang pemuka Katolik. Santri-santri Leteh, katanya, tidak pernah resah dan terusik dengan keberadaan tokoh non-Muslim tersebut.

“Bahkan tokoh itu sering datang di acara-acara keagamaan, dan kita tidak masalah,” tuturnya.

Thomas Ramdhan, personil Gigi, mengajak masyarakat untuk mensyukuri perdamaian. “Kalau ingin suasana damai seperti sekarang ini, maka setiap orang harus punya niatan baik,” ujarnya.

Niat baik, lanjut Thomas, ibarat cahaya. “Kalau niat baik dan kebaikan dilakukan secara serentak, cahaya yang menerangi akan semakin terang, maka hidup pun terasa damai,” lanjutnya.

Selain Gigi, Peacesantren edisi pamungkas ini juga diramaiakan musisi Padi Reborn. Kedua musisi itu menyampaikan pesan-pesan damai melalui lagu-lagu yang dibawakannya.

Ali Mufid, pengunjung asal Pati mengaku terkesan dengan gelaran Peacesantren di Rembang ini. “Saya kira ini adalah cara yang kreatif dalam menyampaikan nilai-nilai perdamaian,” ucapnya.

Recent Posts

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

3 jam yang lalu

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

17 jam yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

18 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

21 jam yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

24 jam yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

2 hari yang lalu