JABAR-BANTEN

Prihatin Bencana Banjir, Tokoh Cirebon Tawarkan Solusi Penanggulangan dan Pencegahan

MONITOR, Cirebon – Banjir menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon, Selasa (5/3/2024) hingga Rabu (6/3/2024). Bahkan akibat banjir tersebut, seorang warga dilaporkan meninggal.

Menyikapi bencana banjir tersebut, tokoh asal Cirebon kelahiran Gebang Mekar, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir yang terjadi hampir setiap tahun di wilayah timur Kabupaten Cirebon. 

Masalah banjir tahunan seperti yang terjadi di Cirebon itu menurutnya seharusnya bisa diantisipasi termasuk diminimalisir dampaknya serta harus segera diatasi. “Pemerintah daerah perlu pro aktif melakukan langkah-langkah tepat dalam mengatasi persoalan tersebut,” kata Prof. Rokhmin Dahuri kepada wartawan, Rabu (6/3).

“Saya prihatin, warga terus menerus menjadi korban banjir. Kerugian banjir bukan hanya harta benda, bahkan nyawa manusia. Ini masalah serius dan harus segera diatasi,” tambahnya.

Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan yang meraih suara terbanyak di daerah pemilihan Jabar 8 ini menegaskan langkah mendesak yang harus dilakukan yakni normalisasi sungai dan senderan. Tata kelola lingkungan digencarkan dengan melakukan penanaman pohon, budaya bersih lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai serta menghindari berdirinya bangunan di sisi sungai.

“Masyarakat juga perlu mendukung dengan tidak membuang sampah ke sungai. Semua pihak harus saling mendukung dan berkomitmen menjaga lingkungan,” tandasnya.

Sungai Ciberes, lanjutnya mantan menteri kelautan dan perikanan itu mendesak dilakukan pengerukan karena endapan tanah sudah tinggi. Luapan air sungai juga akibat endapan tanah dan sampah.

Sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya di Cirebon pada Rabu (6/3) mengatakan bencana banjir tersebut disebabkan meluapnya debit air di sejumlah sungai, sehingga merendam pemukiman warga dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter sampai 2,5 meter. 

Ratusan rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air rata-rata sekitar 1 meter lebih akibat luapan sungai yang ada di kawasan tersebut. Tercatat ada 7 kecamatan yang terendam. 

“Adapun tujuh kecamatan yang terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Waled, Ciledug, Pasaleman, Pangenan, Karangwareng, Babakan, dan Kecamatan Pabedilan,” terangnya.

Recent Posts

PP Tunas Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

MONITOR, Jakarta - Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP…

2 menit yang lalu

Teras Balongan Jadi Buruan Pemudik, Oleh-Oleh Khas Pesisir Indramayu Laris Manis

MONITOR, Indramayu – Arus balik Lebaran tak hanya identik dengan perjalanan panjang, tetapi juga tradisi membawa…

6 jam yang lalu

Arus Balik Membludak, 383 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans Jawa Arah Jakarta

MONITOR, Cikampek – Gelombang arus balik Idulfitri 1447H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melonjak…

9 jam yang lalu

Langkah Berani Anwar Ibrahim di Tengah Konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat

Adriansyah (Ketua Umum IKAL FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Keputusan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menolak…

10 jam yang lalu

Siaga Arus Balik Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang…

18 jam yang lalu

Arus Balik, Rest Area Alternatif RO 2 Palikanci Siap Berikan Pelayanan 24 Jam

MONITOR, Cirebon – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode…

20 jam yang lalu