NASIONAL

Canggih! Teknologi Baru KKP Hasilkan Garam Putih Standar Industri

MONITOR, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas garam nasional melalui penerapan Teknologi Evaporasi Pergaraman Tunnel-Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini merupakan inovasi terintegrasi antara tunnel garam dan mesin SWRO yang memungkinkan produksi garam berkualitas tinggi berlangsung sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, saat meninjau penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa penggunaan SWRO di sektor pergaraman merupakan yang pertama di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, teknologi ini juga menghasilkan air bersih sebagai produk sampingan, yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan air tawar di wilayah pesisir.

Koswara menjelaskan, teknologi SWRO bekerja dengan menyaring air laut melalui proses pemisahan air tawar, senyawa garam, serta zat lain yang tidak diperlukan atau berpotensi berbahaya. Proses ini menghasilkan air laut bersih dengan kandungan natrium klorida (NaCl) murni dan tingkat kepekatan mencapai 15 derajat Baume (BE), sehingga sangat ideal untuk langsung memasuki tahap kristalisasi garam.

“Dengan kualitas bahan baku seperti ini, proses kristalisasi garam dapat berlangsung lebih singkat, sekitar tiga hingga lima hari dalam kondisi normal. Produksi menjadi lebih efisien, hasilnya pun lebih konsisten dan bermutu,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (4/2).

Penerapan sistem tunnel yang terintegrasi dengan teknologi SWRO dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas garam nasional. Inovasi ini juga mendukung keberlanjutan usaha pergaraman rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang selama ini menjadi kendala utama produksi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Sae Nalendra Darma Raga, Kabupaten Indramayu, Carmadi, menyampaikan bahwa bantuan teknologi SWRO sangat membantu petambak garam, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, dengan teknologi tersebut, proses produksi tetap dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.

“Dengan sistem tunnel dan penggunaan geomembran, garam yang dihasilkan lebih putih, bersih, dan memenuhi standar industri. Dalam waktu sekitar lima hari, kami sudah bisa memanen,” kata Carmadi.

Ia berharap dukungan teknologi ini dapat mendorong semangat petambak untuk berproduksi sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Penerapan teknologi Tunnel-SWRO ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan penguatan produksi dalam negeri melalui modernisasi teknologi, peningkatan kualitas, dan pemberdayaan petambak garam. Melalui inovasi yang adaptif dan berkelanjutan, KKP optimistis swasembada garam nasional dapat tercapai dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

Recent Posts

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji…

3 jam yang lalu

Multatuli Justice Law Firm Lebak Dorong Kesadaran Hukum dan Akses Pendampingan bagi Masyarakat

MONITOR, Lebak — Multatuli Justice Law Firm hadir di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memberikan pelayanan…

3 jam yang lalu

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

10 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu