PARLEMEN

DPR Dampingi Parlemen Negara Sahabat Pantau Proses Pemilu di Indonesia

MONITOR, Jakarta – DPR RI bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Program Pemantauan Pemilu atau ‘Election Visit Program’ (EVP) yang diikuti oleh 12 parlemen negara sahabat. Kegiatan pemantauan berlangsung di Bali tanggal 12-15 Februari, diikuti pula oleh 3 organisasi internasional.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta mengatakan kegiatan ini kesempatan untuk menunjukkan kualitas demokrasi Indonesia kepada negara-negara sahabat. Disamping itu sebagai upaya membangun citra DPR RI sebagai parlemen modern dan terbuka.

“Hal ini memang menjadi komitmen kita untung mengundang para observer dari negara-negara sahabat. Itu bagian dari resiprokal kita juga, karena kita juga diundang oleh negara-negara itu kemudian kita juga mengundang balik. Disamping itu, kita juga berkepentingan supaya pemilu kita ini bisa disaksikan oleh negara-negara sahabat terutama parlemen di seluruh dunia,” kata Sukamta, Kamis (8/2/2023).

Selain peninjauan lapangan, nantinya di dalam rangkaian kegiatan pemantauan pemilu dari luar negeri ini juga dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang akan membahas mengenai sistem dan penyelenggaraan pemilu 2024. Sukamta mengatakan FGD ini diadakan untuk menunjukkan kepada para observer, bahwasanya Pemilu yang diselenggarakan oleh Indonesia cukup unik dan rumit.

“Jadi FGD ini lebih kepada kita mau memperlihatkan proses dari Pemilu, dan ini Pemilu yang salah satunya di dunia yang begitu complicated ada Presiden, DPR RI, DPRD, DPD dan itu yang kita perlihatkan bahwa kita damai-damai saja. Kita juga ingin mereka memberikan kesan dan pesan serta menjadi sarana tukar pikiran terkait proses kepemiluan yang ada,” jelasnya.

Sukamta berharap semuanya dapat berjalan lancar dan juga para observer dapat memberikan masukan bagi Indonesia, terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahun ke depannya. Lebih lanjut, Sukamta juga menekankan agar seluruh pemangku kebijakan yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu agar bisa menjaga kredibilitasnya karena akan disaksikan oleh banyak negara.

“Kita juga berharap sebagaimana pemilu sebelumnya, semua berjalan lancar dan damai. Tidak ada insiden yang menyebabkan kerusuhan. Itu yang paling penting untuk disaksikan oleh peninjau dari seluruh dunia. Yang tidak kalah penting adalah kualitas dari proses pemilu itu sendiri, dimana semua bisa berlangsung sesuai dengan aturan yang ada, berlangsung secara umum, bebas, jujur, dan adil untuk seluruh kontestan pemilu,” terang Anggota DPR RI Komisi I ini.

Lebih jauh, Sukamta juga berharap bahwa kegiatan EVP 2024 ini diharapkan dapat mempererat hubungan DPR RI dengan parlemen negara lain dan menjadi sarana untuk berbagi pengalaman bagi kemajuan demokrasi.

“Observasi ini bisa menjadi bagian dari diplomasi juga dari parlemen kepada parlemen negara lain, dari multitrack diplomasi ini dari berbagai macam jalur, salah satunya kita memanfaatkan momen Pemilu itu untuk memperkuat hubungan kita dengan negara-negara sahabat secara bilateral,” ujar Legislator Dapil Yogyakarta ini.

Informasi panitia pelaksana, parlemen yang sudah menyampaikan konfirmasi partisipasi adalah Australia, Azerbaijan, Malaysia, Kamboja, Laos, Qatar, Rusia, Tanzania, Turki, Timor Leste, Uzbekistan dan Venezuela. Sementara tiga organisasi internasional yaitu GOPAC, AIPA dan ‘Global Initiatives of Northern Illinois University’.

Recent Posts

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

9 jam yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

9 jam yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

2 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

2 hari yang lalu