Pelantikan enam pejabat Eselon III Ditjen Bimas Islam.
MONITOR, Jakarta – Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, melantik enam pejabat eselon III. Pelantikan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi.
Kamaruddin berpesan bahwa jabatan merupakan amanah dan sarana untuk berbakti kepada bangsa, negara, dan agama. “Jadikan sarana ini untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan agama kita. Kita harus bersyukur, berbangga sekaligus merasa bertanggung jawab bahwa amanah ini diberikan kepada kita,” ujar Kamaruddin.
Pejabat juga harus memegang teguh integritas dalam menjalankan tugas. “Hari pertama anda dilantik dan menjalankan tugas, maka hari itulah anda harus bulatkan tekad, berikan yang terbaik. Mari kita sama-sama memegang amanah ini, menjaga integritas amanah ini, dan jangan sampai integritas kita ternodai,” tegasnya.
Tampak hadir, sejumlah pejabat eselon III, IV, beserta sejumlah pelaksana. Berikut enam pejabat eselon III yang dilantik:
1. Ahmad Syauqi sebagai Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat.
2. Nur Rahmawati sebagai Kasubdit Kepustakaan.
3. Wida Sukmawati sebagai Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam.
4. Ahmad Mu’thi Shofieq sebagai Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf.
5. Andi Yasri sebagai Kasubdit Dakwah, dan Hari Besar Islam.
6. Muhibbudin sebagai Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf.
MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…
MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…
MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…