PARLEMEN

Ketua DPR Ingatkan Pasokan Air Bersih ke Warga Harus Terjamin Imbas Kebakaran Merbabu

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGB) yang mengakibatkan 391 jiwa mengungsi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pemerintah memastikan pasokan bantuan kepada masyarakat, terutama air bersih.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, akses terhadap pasokan makanan dan air bersih sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan para pengungsi,” ucap Puan dalam keterangan tertulisnya kepada, Senin (30/10/2023).

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), Jawa Tengah, berangsur mulai padam di mana kebakaran sudah terjadi sejak terjadi pada Jumat (27/10) lalu. Berdasarkan data Balai TNGM menyebut, kebakaran hutan lahan mencapai 848,5 hektare.

Kebakaran mencakup tiga daerah yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang. Akibat kebakaran itu pemukiman warga juga terdampak asap.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebanyak 391 warga dua desa diungsikan akibat terdampak kebakaran Gunung Merbabu. Kedua desa yang terdampak kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Batur dan Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang.

Saat ini, warga yang sempat mengungsi sudah mulai dipulangkan. Meski begitu, Puan mengingatkan agar pemerintah tetap memberi perhatian kepada warga yang berada di sekitar Gunung Merbabu.

“Pastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak banyak terdampak, termasuk makanan. Berikan pelayanan kesehatan bagi yang membutuhkan, dan air bersih juga harus terjamin untuk warga,” tutur mantan Menko PMK itu.

Legislator Dapil Jawa Tengah V ini mengatakan, akses air bersih untuk warga sangat penting. Hal ini menyusul kebakaran, pipa air bersih di lereng Gunung Merbabu rusak terbakar.

Seperti di Boyolali, fasilitas air bersih untuk 2 desa di Kabupaten tersebut terdampak kebakaran di mana jaringan pipa air sepanjang 25 kilometer rusak akibat kebakaran kawasan Merbabu. Jaringan pipa tersebut selama ini digunakan untuk mengalirkan air bersih dari 4 sumber yang ada di Gunung Merbabu ke Desa Jlarem dan Ngadirojo.

Selain itu, pipa air bersih milik warga Mongkrong terbakar sepanjang sekitar 3 kilometer karena posisinya tidak ditanam di tanah. Sementara untuk wilayah Magelang, pasokan air bersih terhenti untuk 3 desa meliputi Desa Kenalan, Desa Pogalan, dan Desa Genikan.

“Kebakaran hutan di kawasan Merbabu menimbulkan dampak yang cukup besar bagi warga. Kami mendorong pemerintah untuk cepat memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak,” ungkap Puan.

Recent Posts

MSCI Evaluasi Pasar Saham Indonesia Diperpanjang hingga November 2026, Marwan Jafar: Momentum Percepatan Reformasi Bursa

MONITOR, Jakarta – Keputusan Morgan Stanley Capital International memperpanjang periode evaluasi status pasar saham Indonesia…

26 menit yang lalu

Lanjutkan Kepemimpinan Prof Asep Jahar, Rektor UIN Yogyakarta Pimpin Asosiasi Universitas Islam Asia

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D.,…

32 menit yang lalu

Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026

MONITOR, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada usaha mikro dan kecil (UMKM) melalui penerbitan…

6 jam yang lalu

Waka Komisi V DPR: Diskon Tarif Transportasi Dorong Pergerakan Ekonomi Lokal Hingga UMKM

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras meyakini program…

6 jam yang lalu

Legislator: Paket Stimulus Rp26, 34 T Jadi Instrumen Jaga Daya Tahan Ekonomi Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah meyambut baik paket stimulus ekonomi…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon…

7 jam yang lalu