KEAGAMAAN

Beri Pembekalan Guru An-Nahla, Ketua MUI Sampaikan 3 Fokus Pengembangan Pesantren

MONITOR, Bekasi – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan tiga pilar yang menjadi fokus pengembangan pesantren. Pertama, pendidikan; kedua dakwah; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Ustaz Jeje di hadapan para asatidz pengasuh Pesantren An-Nahla Al-Islamiy di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/10/2023) malam.

“Dalam konteks pendidikan, kami terus mendukung para guru dan asatidz untuk terus meng-upgrade keilmuannya. Termasuk bagaimana menyelenggarakan program khas pesantren yang berbeda dengan madrasah pemerintah,” kata Ustaz Jeje.

Hal ini untuk melestarikan tradisi pesantren yang fokus pada kitab-kitab turats dan ilmu-ilmu syariah secara mendalam. Sehingga diharapkan kualitas alumni pesantren jauh berbeda dengan lulusan madrasah umum.

Sementara pada bidang dakwah dan sosial, Ustaz Jeje mendorong para guru dan asatidz untuk aktif menyelenggarakan pelatihan singkat untuk masyarakat sekitar. Di antaranya program pelatihan imam dan khatib, pemulasaran jenazah, tahsin Al-Qur’an, pengolahan air minum, dan pembuatan makanan siap saji.

“Saya berharap masyarakat sekitar dapat merasakan kemanfaatan yang luas dari pesantren dengan program-program pemberdayaan. Jika masyarakat merasakan manfaat positif, tentu akan menambah trust mereka kepada pesantren,” tuturnya.

Sebagai penutup, Ustaz Jeje mengungkapkan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu institusi pendidikan bukan hanya terletak pada aspek legal formal, tetapi aspek pengelolaan. Jika para guru dan asatidz fokus dalam mengelola pesantren, maka harapan terwujudnya generasi tafaqquh fid din akan terwujud.

“Ibarat pepatah, jangan sampai semut di seberang lautan terlihat, tapi gajah di depan mata tidak terlihat. Maka bagaimana aset yang sudah ada ini dimaksimalkan untuk melahirkan kader-kader ulil albab dan muslim kaffah,” jelasnya.

Profil Pesantren An-Nahla Al-Islamy

Ma’had An-Nahla Al-Islamy adalah lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan yayasan An-nahla Al-Islamy dan berlokasi di Kampung Karang sambung RT 001 RW 009 Desa Karang Satria Kecamatan Tambun utara kabupaten Bekasi.

Ma’had An-Nahla Al-Islamy membuka beberapa program pendidikan antara lain ; TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), SMPIT (SMP Islam Terpadu) dan SMA Islam Plus. TPA beroperasi pada tahun 2014, SMPIT beroperasi pada tahun ajaran 2016-2017 serta SMA Islam Plus beroperasi pada tahun ajaran 2019-2020.

Recent Posts

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

17 detik yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

9 jam yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

9 jam yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

17 jam yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

23 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

1 hari yang lalu