PENDIDIKAN

Kemenag Minta Dekan FTK PTKIN Pastikan Guru Miliki Sikap Moderasi Beragama

MONITOR, Yogyakarta – Dalam Forum Dekan Tarbiyah (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Direktur PTKI) Ahmad Zainul Hamdi mengajak kepada seluruh Dekan untuk memastikan bahwa guru-guru yang dididik melalui Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di lingkungan PTKIN memiliki pemahaman, sikap, dan perilaku moderat dalam beragama.

“Oleh karena itu, seluruh modul pembelajaran terkait moderasi beragama harus terlebih dahulu dikurasi oleh Pokja Moderasi Beragama yang dibentuk Kementerian Agama. Jangan sampai kita menstempel sesuatu dengan nama moderasi beragama tapi sesungguhnya kontennya tidak sesuai dengan dokumen resmi yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Agama,” tegas Ahmad Zainul Hamdi selaku Direktur PTKI di hadapan para Dekan FTIK PTKIN pada hari Rabu, (27/09) di Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini, Direktur yang akrab disapa dengan Mas Inung ini menjabarkan, bahwa pembinaan terhadap guru agama di sekolah maupun di madrasah merupakan tanggung jawab Kementerian Agama. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban Kementerian Agama untuk memastikan bahwa guru agama yang ada di Indonesia ini adalah guru-guru yang memilki komitmen kuat dalam moderasi beragama.

“Bapak Ibu dapat bayangkan, apa jadinya jika anak-anak kita di sekolah atau madrasah diajar oleh guru-guru yang intoleran dan radikal. Ini sesuatu yang menakutkan. Maka saya ajak Bapak/Ibu Dekan sekalian untuk serius memastikan penguatan moderasi beragama ini melalui pendidikan sarjana maupun profesi yang diselenggarakan oleh LPTK yang Bapak/Ibu sekalian pimpin,” tegasnya.

Moderasi beragama sendiri sebuah konsep yang mengacu pada pendekatan atau sikap dalam beragama yang menekankan toleransi, keseimbangan, dan menghindari ekstremisme dalam praktik beragama. Ini bisa berarti sebagai berikut:

Pertama, toleransi antar agama. Moderasi beragama menggagas penghargaan terhadap beragam keyakinan agama dan budaya. Ini menekankan pentingnya menghormati dan berdampingan dengan pemeluk agama lain tanpa memaksakan keyakinan sendiri.

Kedua, keseimbangan dalam praktik keagamaan. Moderasi beragama mendorong individu untuk menjalani keyakinan agama mereka dengan seimbang, menghindari tindakan yang ekstrem atau radikal yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Ketiga, pencegahan konflik agama. Moderasi beragama bertujuan untuk mencegah atau meredakan konflik antaragama dengan mempromosikan dialog dan pemahaman yang saling menghormati antara kelompok agama yang berbeda.

Keempat, penghindaran fundamentalisme. Moderasi beragama berusaha untuk menghindari pendekatan agama yang fundamentalis atau ekstremis, yang dapat menyebabkan intoleransi, kekerasan, atau terorisme.

Kelima, keseimbangan antara agama dan kehidupan aehari-hari. Ini menyoroti pentingnya menjalani agama sebagai panduan etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

Kegiatan Rapat Koordinasi Fordetak yang berlangsung selama 3 hari kedepan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Sunan Klaijaga Yogyakarta Al Makin beserta Dekan FTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Sri Sumarni selaku tuan rumah kegiatan. Kegiatan ini akan membahas beberapa isu krusial terkait perkembangan mutakhir program sarjana dan internasionalisasi program keguruan di lingkungan FTK PTKIN.

Recent Posts

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

18 jam yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

22 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

1 hari yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

1 hari yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

2 hari yang lalu