Categories: BUMN

Kementerian PUPR Targetkan Penataan Kawasan Waduk Gajah Mungkur Jateng Rampung Desember 2023

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan penataan kawasan Waduk Gajah Mungkur yang berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dengan luas daerah genangan lebih dari 8.800 Ha, Waduk Gajah Mungkur menjadi salah satu waduk terbesar di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Waduk Gajah Mungkur telah beroperasi sejak tahun 1982 dan membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa, yaitu sungai Bengawan Solo.

“Waduk Gajah Mungkur memiliki fungsi sebagai pengendali banjir sebanyak 4000 m3/detik, mengairi irigasi sawah seluas 30 ribu hektar, penyediaan air baku 600liter/detik dan sebagai penghasil tenaga listrik 12,4 MW,” kata Menteri Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, menerangkan, penataan kawasan yang dilakukan Kementerian PUPR ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi pariwisata di Waduk Gajah Mungkur.

“Waduk Gajah Mungkur memiliki potensi bentang alam yang luar biasa dan dapat dikembangkan menjadi kota wisata (lake view eco-tourism town). Sehingga, dengan penataan kawasan yang dilakukan Kementerian PUPR diharapkan akan membawa dampak yang begitu besar bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri. Seperti pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan menjadi kebanggaan daerah,” terang Diana.

Skenario pengembangan Kawasan Waduk Gajah Mungkur terbagi menjadi 3 zona. Zona 1 seluas 10 Ha merupakan kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur, dan pusat rekreasi anak dan remaja. Zona 2 seluas 75 Ha merupakan area perluasan kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur dan Lakefront Tourism. Sementara, Zona 3 seluas 162 Ha merupakan area pengembangan Bukit Joglo & Watu Cenik Adventure & View.

“Penataan kawasan Waduk Gajah Mungkur Zona 1 dilaksanakan sejak September 2022 dan ditargetkan selesai pada Desember 2023. Saat ini progress fisiknya telah mencapai 62,9%, dengan jumlah anggaran yang dialokasikan bersumber dari APBN sebesar Rp22,8 M,” jelas Diana.

Adapun lingkup pekerjaannya meliputi sub zona teras pantai dan promenade, main road, sub zona gerbang, sub zona plaza entrance, sub zona tematik garden, serta pembangunan Elevated Scenic Walk (ESW).

“ESW ini adalah promenade layang sekaligus viewing deck bagi pengunjung pejalan kaki dengan menerapkan prinsip Universal Access untuk menikmati keindahan Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang diharapkan dapat menjadi ikon baru WGM,” kata Diana.

Setelah konstruksinya rampung, Waduk Gajah Mungkur akan diresmikan pada Desember 2023 dan dikelola oleh Pemkab Wonogiri.

Recent Posts

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

13 jam yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

13 jam yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

14 jam yang lalu

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…

14 jam yang lalu

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…

17 jam yang lalu

Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah

MONITOR, Tapanuli Tengah - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit…

18 jam yang lalu