KABAR HAJI 2023

Cegah Tragedi Mina Terulang, Kemenag Diminta Lakukan Pemetaan dan Komunikasi Terbaik dengan Pihak Saudi

MONITOR, Makkah – Anggota Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta pihak Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan pemetaan sedini dan sedetail mungkin, khususnya kepada jutaan orang jemaah haji yang berbondong-bondong melalui terowongan Mina untuk melakukan lempar jumroh ke Jamarat. Pemetaan tersebut termasuk berkomunikasi secara baik dengan pihak Kerajaan Arab Saudi.

Pasalnya, kejadian beberapa tahun lalu yang terjadi di terowongan Mina disebabkan karena banyaknya tamu rombongan VVIP Saudi yang kerap melakukan penyetopan mendadak. Sehingga, menurut Yandri, hal ini menjadi salah satu penyebab tragedi yang terjadi beberapa tahun silam di Terowongan Mina.

“Nah karena tahun ini jemaah haji itu jumlahnya berlipat-lipat sebelum tahun 2019, artinya kepadatan itu sangat maksimal. Biasanya yang menyebabkan tragedi itu kan ada rombongan VVIP. Nah ini mungkin perlu dicermati informasi ini, karena setiap kejadian itu pasti menelan korban yang sungguh luar biasa banyaknya. Nah kita tidak mau situasi ini yang tidak terpantau oleh Kementerian Agama atau kita semua. Jangan sampai nanti misalkan ada penyetopan atau penutupan tiba-tiba,” ujar Yandri saat mengikuti Rapat Kerja Timwas Haji dengan Kemenag di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (25/6/2023).

Menurut Politisi Fraksi PAN ini, dengan adanya komunikasi dengan pihak Kerajaan Saudi, maka pihak Indonesia melalui Kementerian Agama dapat mengetahui skenario mobilisasi jutaan jemaah tersebut. “Jangan sampai ada skenario yang tidak kita ketahui dari kebijakan Saudi. Saya kira ini fatal bagi kita (jika tidak mengetahui). Oleh karena itu, ini (harus) menjadi pencermatan serius sehingga tragedi Mina itu tidak terjadi, terutama kepada jemaah Indonesia. Ya tentu umumnya seluruh jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini,” ungkap Yandri.
 

Selain itu, Legislator Dapil Banten II ini meminta juga juga kepada kepada Menag untuk memastikan jadwal melontar itu agar dapat ditaati oleh seluruh jemaah. Ia menegaskan jangan ada yang menggunakan tafsir masing-masing, sehingga ini mengacaukan skenario untuk menjaga keselamatan jemaah haji.


“Maka menurut saya, ketertiban para jemaah haji itu menjadi kunci, bahwa insyaallah perkiraan kita yang akan terjadi di Armuzna itu tidak terjadi. Saya kira itu yang kami sampaikan dan saya meyakini semua usaha kita pastilah untuk yang terbaik buat jemaah haji, walaupun ada hal -hal yang kurang sempurna itu menjadi koreksi kita untuk ke depan. Mari kita semua bekerja sama untuk satu tekad bahwa pelayanan terbaik adalah tekad kita semua,” harap Yandri.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

4 jam yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

11 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

11 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

22 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

1 hari yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu