Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan. dok: MPR RI
MONITOR, Jakarta – Partai Demokrat tak terima dituding sering berkunjung ke Istana Negara, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo. Tudingan tersebut dibantah oleh Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan.
Syarief menyatakan pihaknya tidak pernah ‘mengemis’ untuk meminta bertemu dengan orang nomor wahid di Indonesia itu.
“Kami menegaskan bahwa pernyataan Presiden Jokowi di hadapan pimpinan redaksi media massa itu keliru. Partai Demokrat tidak pernah meminta jadwal bertemu di Istana, termasuk jadwal malam hari seperti yang disampaikan Presiden Jokowi,” kata Syarief Hasan dalam keterangan persnya, belum lama ini.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menegaskan, pernyataan Jokowi justru menimbulkan keresahan dan persepsi publik yang multitafsir. Apalagi, dikatakan Syarief, Partai Demokrat sejauh ini masih berstatus sebagai oposisi pemerintah.
“Kami juga secara tegas menyampaikan bahwa pimpinan Partai Demokrat tidak pernah bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan meminta waktu malam hari bertemu Presiden Jokowi,” jelasnya.
“Pernyataan tersebut keliru dan menimbulkan multitafsir di masyarakat, mengingat Partai Demokrat adalah partai oposisi,” pungkas Syarief.
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi bagian penting…
MONITOR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) Tahun…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang…
MONITOR, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…
MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…
MONITOR, Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai…