Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (dok: Twitter PKB)
MONITOR, Jakarta – Merebaknya fenomena pengunaan narkoba Flakka di sebuah Kota Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, AS, cukup mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan meluasnya para pecandu narkoba yang berkeliaran di kota tersebut.
Mereka mencampur obat ini dengan heroin, fentanil, dan ekstasi yang berujung efek serius sehingga Pemerintah AS telah menetapkan kombinasi Narkoba tersebut sebagai ancaman baru karena kasus overdosis dan kematian di penjuru AS terus mengalami peningkatan.
Terkait hal ini, Wakil Ketua PR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta Polri menjalin kerjasama dengan kementerian dan lembaga lain demi memastikan Indonesia aman dari peredaran Narkoba ‘Zombie’.
Menurut Muhaimin, atau Cak Imin, kerjasama lintas sektor akan mengoptimalkan pencegahan masuknya Narkoba yang memiliki nama lain Flakka itu.
“Saya kira pemerintah dan aparat terkait perlu melakukan tindakan ekstrem, bagaimanapun Narkoba Zombie ini berbahaya, bisa jadi lebih berbahaya dibanding Narkoba jenis lain,” ujarnya dalam keterangan pers.
Lebih jauh Cak Imin menyatakan, jalur masuknya narkoba ke Indonesia. Ia mengatakan, pihak berwenang harus melakukan pengawasan ketat di setiap pintu masuk yang berada di wilayah Indonesia, termasuk dari jalur laut.
“Sebagai negara maritim, Indonesia punya banyak jalur masuk. Saya tegaskan, tutup akses jalur-jalur tikus sehingga kita tidak kecolongan,” pungkasnya.
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…
MONITOR, Pidie, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by…
MONITOR, Bantul - Produksi padi pada demplot seluas 5 hektare yang dikembangkan Kelompok Tani Lestari…
MONITOR, Semarang - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak…
MONITOR, Sleman - Indoraya Mitra Persada (IMP 168) menjalin kerja sama MoU dengan peneliti asal…