BERITA

Korban Tol Cijago di Limo Minta BPN Depok Segera Selesaikan Ganti Rugi Lahan

MONITOR, Depok – Sejumlah warga Limo menggelar aksi unjuk rasa di atas lahan mereka yang terdampak pembangunan ruas jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 3, Selasa (08/05/2023).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan mendirikan tenda di lahan milik mereka. Unjuk rasa dilakukan agar BPN Kota Depok segera mencairkan uang ganti rugi tanah mereka yang sudah digusur untuk pembangunan Tol Cijago.

Salah satu warga yang lahannya belum dibayarkan, Rojan mengatakan, dirinya dan warga lainnya sangat mendukung pembangunan Tol Cijago yang berada di atas lahan mereka. Namun, agar pihak terkait segera menyelesaikan proses pembayaran, yang hingga saat belum dilakukan.

“Tanah saya sudah diratain, tapi dimana tanggung jawab BPN. Saya kan tidak mempunyai masalah dengan siapa-siapa. Dimana tanggung jawabnya BPN dan orang-orang tol,” kata Rojan, dikonfirmasi di lokasi, Senin (08/05/2023).

“Saya minta tolong diberisin, dibayar tanah saya,” sambungnya.

Rojan menyebut, terdapat 9 bidang lahan warga Limo yang terdampak pembangunan Tol Cijago Seksi 3, belum diselesaikan pembayaran. Namun, dari 9 bidang tersebut, ada 1 bidang lahan yang masih bermasalah.

“Kami tidak mau hanya karena urusan satu (bidang lahan) orang pembayaran ganti rugi tanah kami terhambat. Kami sudah cukup sabar menunggu kepastian dari BPN dan pihak terkait, kapan tanah kami akan dibayar,” tegasnya.

Kendati demikian, Rojan mengatakan, sangat senang jika ada pihak terkait yang datang membantu menyelesaikan permasalahan mereka, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar permasalahan yang mereka rasakan cepat terselesaikan.

“Tanah kami (yang 8 bidang) jangan dikaitkan dengan tanah sengketa Bapak Udin, dengan PT ACP, karena kami memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah,” pungkasnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok Indra Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mediasi terkait polemik yang dialami warga RT 06, RW 02, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, tersebut. Termasuk, mediasi oleh Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Kami juga bersama stakeholder lainnya terus berupaya agar perdamaian bisa tercipta di antara para pihak,” jelas Indra, dalam pesan singkat kepada wartawan.

Recent Posts

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

15 jam yang lalu

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

1 hari yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

2 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

2 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

2 hari yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

2 hari yang lalu