Menteri Keuangan Sri Mulyani
MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tahun 2022 bukanlah tahun yang mudah. Di tahun ini, menurutnya harga-harga energi mulai BBM, listrik hingga bahan makanan melonjak sangat ekstrim.
Namun Sri Mulyani menegaskan APBN tetap bekerja keras melindungi rakyat dan ekonomi. Penerimaan negara termasuk pajak yang tumbuh tinggi diatas 48% (hingga Januari 2023) -digunakan untuk membayar subsidi energi yang naik sangat tajam -3 kali lipat -mencapai Rp 505 Triliun dan Bantuan sosial mencapai Rp 417 Triliun, dan terus membangun infrastruktur untuk mendukung pemulihan ekonomi.
“Hasilnya Ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%. Pemulihan ekonomi makin merata seluruh sektor, seluruh daerah dan didukung Invetasi, ekspor dan konsumsi,” tutur Sri Mulyani, dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2023, Selasa (28/2/2023).
Ia menjelaskan, bangsa Indonesia sedang menghadapi kompleksitas dunia -uncharted territory. Semua krisis dunia masa lalu menjadi pelajaran berharga menghadapi ketidakpastian saat ini.
Kendati demikian, ia menyatakan pemerintah Indonesia terus fokus pada perbaikan pondasi, mulai infrastruktur, SDM, penurunan kemiskinan dan stunting dan memastikan seluruh daerah mengalami perbaikan sosial ekonomi yang merata.
“APBN adalah instrumen penting untuk pembangunan dan mencapai tujuan negara,” tukasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi terhadap peran PT…
MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri…
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah…
MONITOR, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memberikan pernyataan tegas terkait implementasi…
MONITOR, Jakarta – Lembaga pemeringkatan internasional SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 menempatkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta…
MONITOR, Cikampek — Arus balik Idulfitri 1447 H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta masih…