PETERNAKAN

Peternak Terdampak PMK di Kabupaten Bandung Barat Kembali Terima Bantuan dari Kementan

MONITOR, Bandung Barat – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menyalurkan bantuan pemerintah (banper) kepada peternak yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Bantuan pemerintah ini diberikan sebagai ganti rugi terhadap ternak yang mati tertular PMK atau ternak tertular PMK yang dikenakan pemotongan bersyarat”, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Makmun saat menghadiri acara Pemberian Banper kepada ternak terdampak PMK di Klinik Hewan Puskeswan Kabupaten Bandung Barat hari ini Rabu (1/2).

Makmun menjelaskan, Kabupaten Bandung Barat telah menerima bantuan untuk penggantian ternak sebanyak 3.062 ekor sapi, 26 ekor kambing/domba. “Jumlah keseluruhan bantuan yang disalurkan untuk 1.787 peternak di Kabupaten Bandung Barat senilai Rp. 30,71 Miliar”, ungkap Makmun.

“Bantuan yang telah kami salurkan ke Kabupaten Bandung Barat sudah mencapai 95 persen dari target”, imbuhnya.

Lebih lanjut Makmun menyebutkan, saat ini bantuan yang sudah diberikan kepada peternak yang terdampak PMK di Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 6.113 ekor sapi/kerbau, 43 ekor kambing/domba, sehingga jumlah ternak keseluruhan sebanyak 6.156 ekor.

“Total bantuan yang disalurkan di Jawa Barat jadinya senilai Rp. 61,19 Milliar yang diberikan kepada 3.735 peternak dan bantuan disalurkan langsung melalui rekening bank penerima,” ungkap Makmun.

Makmun menjelaskan, bantuan pemerintah ini diberikan kepada perseorangan atau peternak yang memenuhi persyaratan administrasi dan standar hewan, yaitu hewan ternak yang mati atau tertular PMK yang akan dilakukan pemotongan secara bersyarat.

Pembayaran bantuan dibatasi maksimal 5 ekor per pemilikan, besaran bantuan sapi Rp. 10 juta per ekor, kambing dan domba Rp. 1,5 juta, babi 2 juta per ekor. Hal ini membuktikan komitmen pemerintah untuk memberikan kompensasi dan bantuan dalam keadaan darurat PMK bagi peternak yang terdampak dalam mengurangi beban peternak.

Makmun mengatakan, dengan pemberian bantuan ini pemerintah berharap dapat mengurangi dampak kerugian dan mendukung pemulihan ekonomi, khususnya pada sektor peternakan. “Dengan bantuan ini tentunya diharapkan agar peternak tetap bersemangat dalam beternak sapi/Kerbau, kambing dan domba setelah mengalami dampak PMK”, ungkapnya.

Ia pun mengatakan, pemerintah saat ini terus mendorong peternak untuk dapat mengupayakan pengendalian dan penanggulangan PMK,

“Kedepan kita perbaiki cara kita beternak, salah satunya dengan menggunakan vaksin secara teratur dan melakukan penandaan menggunakan eartag, sehingga dapat dilakukan penelusuran khususnya dalam pengendalian penyakit”, ungkap Makmun. “Harapannya, cita-cita kita agar Indonesia bebas penyakit mulut dan kuku segera terwujud”, tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Undang Husni Thamrin menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras Kementan dalam merealisasikan bantuan bagi peternak wilayahnya.

“Kita harapkan pemberian insentif kepada peternak ini agar dibelikan ternak kembali untuk mempertahankan populasi ternak, khususnya di Kabupaten Bandung Barat”, ucap Undang. “Komoditas peternakan di Bandung Barat mempunyai potesi besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian wilayah”, imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peternak sapi perah penerima bantuan, Muhammad Yoga Alamsyah menyampaikan, pihaknya merasa sangat senang sekali dapat menerima bantuan dari Kementan. Ia katakan, dengan adanya bantuan yang diterima Ia berencana akan membeli sapi perah kembali untuk menambah populasi agar produksinya meningkat.

“Terimakasih kepada Kementerian Pertanian dan dinas peternakan atas bantuan yang telah diberikan, semoga bantuan ini bermanfaat untuk usaha ternak kami”, tutupnya.

Recent Posts

Kementan Salurkan Bantuan Obat untuk Ternak Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…

1 jam yang lalu

Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau perkembangan dan dinamika pasar modal…

1 jam yang lalu

2 Tahun Prabowo-Gibran: HKTI Lumajang tegaskan Komitmen Penguatan Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

2 Tahun Prabowo-Gibran: HKTI Lumajang tegaskan Komitmen Penguatan Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani MONITOR, Lumajang -…

5 jam yang lalu

Prof Rokhmin Paparkan Roadmap Maritim 2045, Targetkan PDB Maritim 15 Persen

MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…

21 jam yang lalu

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemenhaj Benahi Tata Kelola dan Perkuat Layanan Jemaah

MONITOR, Jakarta - Transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…

22 jam yang lalu

Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital

MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil…

23 jam yang lalu